Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Alarm Bahaya, Pemkab Blitar Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Akhir 2024

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 9 Desember 2024 | 19:00 WIB
SIGAP: Petugas BPBD Kabupaten Blitar membantu warga yang tertimpa tanah longsor di Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, (29/11).
SIGAP: Petugas BPBD Kabupaten Blitar membantu warga yang tertimpa tanah longsor di Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, (29/11).

BLITAR - Pemkab Blitar menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Bumi Penataran hingga akhir Desember 2024.

Kondisi alarm bahaya itu sebagai upaya mengantisipasi meluasnya dampak bencana hidrometeorologi termasuk banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang di Kabupaten Blitar.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bertyanto mengatakan, penetapan status siaga bencana ini dibuat sejak 29 November lalu.

Karena melihat kondisi cuaca ekstrem hingga terjadi bencana, pada beberapa waktu terakhir ini.

Selain itu, pihaknya juga merujuk pada surat dari BMKG dan Pemprov Jatim terkait peringatan dini cuaca ekstrem serta kesiapsiagaan bencana.

“Dengan adanya status siaga darurat bencana ini. Maka dari itu, penanganan cepat, tepat, dan terpadu sesuai SOP.  Namun status ini bisa diperpanjang atau dipersingkat, sesuai kondisi di lapangan," kata Ivong.

Ivong mengatakan, dengan status siaga darurat, penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Blitar melibatkan sejumlah OPD terkait baik di kabupaten maupun di provinsi.

Penanganan kedaruratan bencana hidrometeorologi dilakukan secara terpadu dan cepat sehingga dapat meminimalisir dampak terhadap masyarakat.

Ivong mencontohkan penanganan dampak bencana banjir bandang di Desa Sambigede, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, yang terjadi 30 November lalu.

Beberapa OPD bahu-membahu menangani bencana ini, mulai dari dinas sosial, BPBD, dinas perumahan, kawasan pemukiman dan pertanahan dan PMI. Selain itu, BPBD Jatim sempat meninjau lokasi banjir beberapa hari lalu.

Banjir bandang di Desa Sambigede merobohkan dua rumah dan merendam puluhan rumah warga serta merusak jembatan. Saat ini, penanganan kedaruratan dampak bencana banjir bandang di Desa Sambigede dilakukan secara terpadu lintas instansi.

Sedangkan, pemerintah desa menangani terkait masalah pengungsian untuk warga yang rumahnya roboh diterjang banjir bandang.

Lalu, beberapa dinas teknis melakukan pendataan bangunan fisik yang rusak akibat banjir bandang di lokasi. Selain itu, mereka juga melakukan asesmen untuk langkah penanganan tindak lanjut.

"Mulai kemarin sampai sekarang, sejumlah kerusakan fisik dampak banjir bandang di Desa Sambigede masih dalam pendataan dinas teknis, Mereka akan membantu sesuai tupoksinya masing-masing," ungkapnya.

Di sisi lain, Ivong mengimbau masyarakat agar terus waspada dengan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Blitar. Karena sampai sekarang, cuaca ekstrem masih terjadi di wilayah Jatim termasuk Blitar. (jar/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#bmkg #Kabupaten Blitar #Hidrometeorologi #Pemkab Blitar