BLITAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar, mendapat kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui dana alokasi khusus (DAK) non-fisik tahun 2025, sebesar Rp 700.000.000. Dari jumlah tersebut, sebagian digunakan untuk Pembudayaan Gemar Membaca dan Literasi.
“Jadi, meskipun pembangunan gedung perpustakaan daerah mengalami keterlambatan. Namun, pemerintah pusat lewat dana alokasi khusus, Pemkab Blitar tetap mendapat anggaran dalam rangka untuk Pembudayaan Gemar Membaca dan Literasi,” ungkap Drs Maman Sukrisman, Kabid Perpustakaan Dispusip Kabupaten Blitar.
Maman menjelaskan, anggaran dari DAK tersebut akan digunakan untuk layanan perpustakaan keliling, podcast, hingga kelas literasi.
Saat ini, Dispusip Kabupaten Blitar, memiliki dua unit mobil layanan perpustakaan keliling, yang melayani permintaan dari lembaga sekolah, mulai SD, MI, SLTP, MTs, dan pondok pesantren, serta PAUD.
Selain itu, lanjut dia, kegiataan literasi berbasis inklusi sosial, seperti kegiatan stakeholder meeting, peer learning meeting, monitoring dan evaluasi (monev), kelas literasi, juga dibiayai dari anggaran DAK ini.
Khusus untuk kelas literasi ini, kegiatannya disinergikan dengan program Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, berupa Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Maman mengungkapkan, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat dengan transformasi pengetahuan, melalui berbagai pelatihan keterampilan dan kecakapan hidup.
TPBIS merupakan kegiatan yang dilaksanakan Perpusnas RI dengan melibatkan pemerintah daerah, mulai provinsi, kabupaten/kota, hingga desa/kelurahan, untuk mengembangkan fungsi dan peran perpustakaan dalam memberikan layanan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.
Di samping itu, melalui TPBIS, perpustakaan umum diharapkan mampu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat dalam memperoleh solusi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.
Baca Juga: Silaturahmi Direktur RaTu, Sambangi Perpustakaan dan Ziarah Makam Bung Karno Blitar
Sejak dicanangkan sebagai program prioritas nasional pada 2018, program TPBIS, untuk Kabupaten Blitar, ada 14 Desa Penerima Manfaat TPBIS, serta 14 PIC Program di tingkat desa/kelurahan.
Dalam rangka pelaksanaan TPBIS di wilayah Kabupaten Blitar, telah banyak dilakukan, antara lain Dinas Pendidikan menggelar program di sekolah-sekolah, kader PKK dan Dharma Wanita melaksanakan program parenting, Dinas Perikanan menggelar kampanye gemar makan ikan, dan kegiatan SKPD lainnya.
Demikian juga, Dispusip telah menyediakan fasilitas perpustakaan dengan mobil layanan perpustakaan keliling di setiap kegiatan-kegiatan tertentu pada SKPD, sekolah mulai tingkatan TK sampai SMA.
Dispusip selalu menyisipkan materi literasi dengan menghadirkan pendongeng yang memberikan materi kepada anak-anak. (*/ynu)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila