BLITAR - Ikon wisata edukasi Kota Blitar yang terkenal dengan mini zoo-nya, Kebonrojo akan mengalami perubahan.
Sebagian hewan yang selama ini menjadi daya tarik, akan dipindahkan ke destinasi baru, Ecopark Joko Pangon.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Idihartati menjelaskan, bahwa pemindahan ini dirancang agar daya tarik wisata tidak terpusat hanya di Kebonrojo.
Selain itu, Ecopark Joko Pangon sedang dibangun akan menjadi lokasi ideal untuk konservasi satwa dan pelestarian lingkungan.
“Pemindahan ini merupakan bagian dari konsep besar untuk menyeimbangkan ekosistem di Kota Blitar. Beberapa hewan sebelumnya hanya bisa dilihat di Kebonrojo akan dikonservasi di Ecopark Joko Pangon,” ungkapnya.
Dengan ini, lanjut dia, masyarakat punya lebih banyak pilihan destinasi wisata tanpa mengubah konsep asli Kebonrojo sebagai mini zoo.
Hewan yang akan dikonservasi merupakan hewan yang dilindungi yang saat ini telah ada di Kebonrojo, termasuk rusa, burung unta, dan merak.
“Kami ingin memastikan bahwa pemindahan ini memberikan manfaat bagi satwa, lingkungan, dan masyarakat. Konservasi di Ecopark juga akan memberikan ruang lebih luas untuk satwa-satwa tersebut. Selain itu konsep ini memungkinkan pengunjung untuk belajar tentang pentingnya keseimbangan ekosistem sembari menikmati keindahan taman,” tandasnya.
Meski beberapa hewan akan dipindahkan, dia menegaskan bahwa konsep Kebonrojo tidak akan berubah. Kebonrojo tetap menjadi satu-satunya mini zoo di sekitar Kota Blitar yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung.
“Kebonrojo tetap memiliki daya tariknya sendiri. Kota Blitar adalah satu-satunya daerah di sekitar yang memiliki mini zoo seperti ini, dan itu akan terus dipertahankan sebagai salah satu kebanggaan Kota Blitar,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, pembangunan Ecopark Joko Pangon saat ini telah mencapai 65 persen pada tahap pertama. Progres ini mencakup pembangunan pintu gerbang dan jembatan penghubung.
Baca Juga: Kementerian Agraria Siapkan Aturan Mencegah Alih Fungsi Lahan
Dengan anggaran tahap pertama sebesar Rp 1,8 miliar yang ditargetkan selesai pada akhir Desember. (ham/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila