BLITAR - Ruang terbuka hijau (RTH) Kanigoro harus terus berbenah untuk menarik warga berkunjung. Beragam jurus sudah disiapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar pada tahun akan datang.
Sasaran utama adalah pengisian kios-kios yang saat ini banyak kosong dan tidak dihuni para pedagang.
“Sudah ada pendataan dan pendaftaran untuk kios tersebut, nanti kita kumpulkan,” ungkap Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Blitar, Khamim, Senin (9/12/2024).
Dia mengaku belum bisa menentukan siapa-siapa yang bakal menempati kios. Lantaran perlu ada komitmen pedagang agar bisa bertahan untuk berjualan.
Selain itu, tidak ada jenis khusus barang dagangan tertentu. Sebab jika ditentukan khawatirnya akan sepi.
“Terpenting barang dagangan ramai pengunjung, agar mereka (pedagang, Red) bisa menghasilkan pendapatan,” tandasnya.
Saat ini, ada beberapa pedagang sudah berada di RTH Kanigoro. Namun masih butuh sejumlah pedagang lain untuk menempati kios yang kosong.
“Mudah-mudahan tahun akan datang bisa segera terpenuhi kios-kios kosong, agar bermanfaat untuk warga, dan pengunjung RTH Kanigoro bisa ramai,” ungkapnya.
Dia mengaku, rencana lain pada tahun akan datang yakni menambah permainan agar pengunjung lebih betah berlama-lama di RTH Kanigoro.
Jika sarana tambah lengkap, maka para pengunjung tak menutup kemungkinan bisa bertambah. Tidak saja akhir pekan, tapi hari-hari normal atau biasa tetap ramai.
Baca Juga: Dinas PUPR Kota Blitar Peringati Hari Bakti PU Ke-79, Fokus Tingkatkan Kompetensi Jasa Konstruksi
“Itu merupakan rencana yang sudah diusulkan tahun akan datang. Mudah-mudahan bisa terwujud sesuai dengan keinginan,” tandasnya.
Terkait retribusi, lanjut dia, memang akan ada wacana. Itu jika sarana dan prasarana mendukung jumlah kunjungan ke RTH Kanigoro.
Apalagi, personel untuk perawatan di RTH Kanigoro mencapai puluhan, baik tenaga keamanan maupun kebersihan.
“Sampai saat ini buka hanya hingga sore hari, jika malam hari belum bisa dilaksanakan,” katanya.
Salah satu pengujung, Cahya mengaku, keberadaan dari sarana publik ini sangat mendukung kelestarian lingkungan.
Jika berkunjung ke sarana milik pemerintah ini tentu akan merasa nyaman. ”Banyak pohon besar yang hingga kini tetap terawat,” ungkapnya.
Namun, kini minat dari warga belum begitu melimpah untuk berkunjung. Tentu itu merupakan tugas dari dinas terkait agar bisa menumbuhkan tingkat kunjungan.
Dia menambahkan bahwa sarana masih perlu banyak pembenahan. Terutama untuk mainan anak-anak serta koleksi hewan.
“Lokasi sangat strategis di pusat kota Kanigoro dan berdekatan dengan kantor pemerintahan milik Kabupaten Blitar,” pungkasnya. (mg3/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila