Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PSBI Blitar Absen dari Liga 4: Tanpa Sponsor, Masa Depan Klub Tertua di Indonesia Dipertanyakan

Fajar Rahmad Ali Wardana • Minggu, 22 Desember 2024 | 18:00 WIB
HARUS BERBENAH: Pemain PSBI Blitar menggiring bola saat berkompetisi di Liga 3 tahun 2023, dengan sponsor PT Harta Mulya.
HARUS BERBENAH: Pemain PSBI Blitar menggiring bola saat berkompetisi di Liga 3 tahun 2023, dengan sponsor PT Harta Mulya.

Blitar - Klub sepak bola kebanggaan Kabupaten Blitar dan tertua di Indonesia, Persatuan Sepak Bola Bangsa Indonesia (PSBI), harus gigit jari.

Sebab mereka harus absen dari kompetisi Liga 4 2024-2025 lantaran tidak ada sponsor yang membantu membiayai kebutuhan klub. 

Karena alasan ini pula, manajemen PSBI menggelar pertemuan dengan perwakilan supporter pada awal Desember lalu.

Hal itu, untuk menyampaikan kondisi klub sepak bola yang notabene tidak bisa merumput pada musim ini. Manajemen juga meminta saran supporter terkait masa depan PSBI.

“Kami sengaja mengundang perwakilan supporter untuk membahas masa depan PSBI ini. Karena manajemen butuh mendengar saran dan kritik dari pecinta klub ini. Selain itu, kami juga meluruskan isu tidak benar yang beredar di media,” ujar Direktur PT Blitar Bola Mandiri, pengelola PSBI, Wima Brahmantya.

Dia melanjutkan, kepastian PSBI tidak ikut kompetisi ini karena ada perusahaan swasta yang tiba-tiba membatalkan diri menjadi sponsor.

Padahal saat itu, hanya menghitung hari untuk pendaftaran Liga 4.

Disisi lain, pembiayaan PSBI selama ini dari hasil pengelolaan Perkebunan Karanganyar dan tidak bisa lagi berkontribusi karena ada urusan tertentu.

Dalam pertemuan manajemen PSBI bersama supporter itu, banyak yang mengungkapkan keluh kesahnya.

Mereka kecewa dengan ketidaikutsertaan klub kebanggaan masyarakat Bumi Penataran ini dalam kompetisi sepak bola tanah air.

“Untuk mengatasi ini, kami memiliki beberapa opsi yang sudah dibahas dengan pihak supporter.

Pertama, hak kelola yang dilakukan seperti sebelumnya. Lalu opsi kedua, pelepasan saham bisa sebagian atau penuh. Opsi ketiga, membuat klub baru ini paling ekstrem,” ungkapnya.

Wima menyebut, harusnya masalah PSBI dapat diatasi bersama antara manajemen, pemain dan supporter.

Tentu dengan cara yang terbaik, aman dan cermat dalam menentukan nasib klub ini kedepannya. 

“Harapan kami masalah ini menjadi pembelajaran untuk menjadikan PSBI lebih baik kedepannya,” pungkasnya. (jar/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#PSBI #Kabupaten Blitar