BLITAR - Petani cabai keriting di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, bisa merasakan hasil panen dengan gembira. Hujan yang mulai mengguyur tidak memengaruhi tanaman bumbu dapur tersebut.
Meski hujan, pertumbuhan cabai keriting tetap normal dan bisa tahan terhadap penyakit. “Tidak sampai layu atau mati tanaman cabai ini, kalau hasil justru lumayan,” ungkap salah satu petani desa setempat, Gito, Minggu (22/12).
Tentu jenis bibit jadi acuan untuk musim tanam cabai kali ini. Jenis bibit cabai sekarpati sangat ampuh meski baru pertama kali mencoba.
Dia tidak banyak melakukan perawatan untuk jenis cabai itu. Namun, hasil bisa menguntungkan dengan harga jual di pasaran.
“Perawatan pertama kali sekitar usia 55 hari, setelah itu jelang panen sudah mulai perawatan kembali. Dulu pakai biji superbaja hasilnya tidak begitu jauh beda dengan jenis sekarpati,” ungkap pria 60 tahun ini.
Pupuk tergantung dengan kebutuhan. Butuh sekitar 1 kuintal selama satu musim panen ini.
Selain pupuk, ada perawatan rutin mutlak dilakukan petani agar pertumbuhan tanaman tetap normal. Misal, membersihkan rumput, pengairan di selokan antartanaman.
“Kalau air bergantian dengan petani lain, karena harus berbagi untuk lahan-lahan tanaman lain. Di sekitar ada tanaman kol, cabai, jagung, dan lain-lain,” ungkapnya.
Dia mengaku jika musim tanam kali ini lebih panjang dari tahun lalu. Itu lantaran masa kemarau tergolong lama sehingga masa panen mundur.
Jika musim tanam normal itu 70 hari sudah bisa panen cabai. Namun, tahun ini sekitar 90 hari, sebab keberadaan air pada awal tahun memang sulit.
“Jadi untuk petik cabai bisa molor hingga berbulan-bulan. Terpenting panen lancar dan tidak sampai terserang hama,” ujarnya.
Jenis cabai keriting ini masih baik dan bisa bertahan lama. Sebab, petani sudah terbiasa melakukan perawatan.
“Ada beberapa petani memilih tanaman kol maupun jagung itu sudah biasa, tergantung dari pengalaman saat tanam,” tandasnya.
Dia pun pernah menanam kol, tapi masih belum beruntung. Artinya, harus jeli dalam mengantisipasi terkait perubahan musim.
Misal untuk cabai rawit kali ini memang baik pertumbuhan tanaman, tapi untuk buahnya tidak bisa maksimal.
Padahal, harga di pasaran sekitar Rp 50 ribu per kilogram (kg). “Kalau cabai keriting ini di pasar Rp 29 ribu, kalau petani sudah senang,” pungkasnya. (mg3/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila