BLITAR - Musim hujan saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata di Kesambi Trees Park. Itu lantaran lokasi berada di alam bebas sehingga pengunjung khawatir kehujanan.
Wisata yang berada di Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, secara harian dikunjungi ratusan wisatawan.
“Kalau tahun lalu musim kemarau ketika Nataru bisa mencapai 100 pengunjung ketika wekeend, tahun ini kelihatan sulit. Sebab, cuaca masih hujan. Beda dengan wisata indoor,” ungkap pengolola wisata tersebut, Hermanto, Minggu (22/12).
Padahal, tiap tahun selalu ada perbaikan dan penambahan fasilitas, termasuk tahun ini spot foto, tulisan Kesambi Tree Park, serta perawatan lainnya.
Tahun akan datang direncanakan ada penambahan hewan baru selain rusa. Yakni, domba dorper. Alasannya untuk lebih menarik pengunjung.
Jika terus melakukan penambahan koleksi hewan dan sarana lain, maka akan bisa menarik pengujung lebih banyak pada tahun akan datang.
Apalagi, lahan di lokasi wisata ini masih luas, termasuk parkir maupun tanaman pelindung. “Tergolong luas dan layak untuk wisata alam,” ungkapnya.
Tiket masuk kini Rp 12 ribu per orang. Harga akan berbeda jika secara rombongan.
Jika masuk wisata ini, selain foto di spot-spot tertentu, pengunjung bisa memberi makan rusa secara langsung dengan membeli sayur.
Jumlah rusa di Kesambi Trees Park ini sekitar 94. Jadi akan terus bertambah seiring dengan perkembangan waktu. “Rusa dilindungi, jadi perlu perawatan lebih baik agar tetap lestari,” terang pria 44 tahun ini.
Salah satu pengunjung, Cahya mengaku, lokasi wisata ini tergolong dekat dengan jalan raya sehingga akses mudah.
Baca Juga: Petani Cabai Keriting di Desa Karanggayam Blitar Nikmati Hasil Panen, Bibit Sekarpati Jadi Andalan
Hutan yang masih asri di lokasi akan menambah suasana alam yang jarang dirasakan warga perkotaan. “Suasana nyaman, teduh, dan luas. Jadi cocok untuk wisata keluarga,” ungkapnya.
Jika berkunjung tentu ada hal unik dengan wisata alam ini. Tidak hanya memberi makan rusa, tapi bisa jalan-jalan dengan udara segar. Sebab, tanaman ukuran besar masih banyak. “Parkir luas untuk mobil maupun motor,” ungkapnya.
Namun dengan potensi alam yang melimpah memang tidak gampang untuk meramaikan lokasi wisata. Butuh sarana lengkap dan perawatan maksimal.
Di samping itu, perlu banyak event untuk menarik pengunjung agar tertarik datang. (mg3/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila