Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hanya Disini! Mas Ibin Ceritakan Perjalanan Hidup di Jakarta, dari Pesan Orangtua hingga Karier sebagai ASN

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Rabu, 25 Desember 2024 | 00:00 WIB
Mas Ibin adalah nama panggilan dari Syauqul Muhibbin, seorang putra asli Blitar yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota di Pilkada Blitar 2024.
Mas Ibin adalah nama panggilan dari Syauqul Muhibbin, seorang putra asli Blitar yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota di Pilkada Blitar 2024.

BLITAR - Calon Wali Kota Blitar terpilih, Syauqul Muhibbin, atau yang akrab disapa Mas Ibin, membagikan kisah hijrahnya ke Jakarta dalam sebuah wawancara di podcast YouTube Radar Blitar TV.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bagaimana pesan orangtuanya menjadi pegangan hidupnya saat memulai lembaran baru di ibu kota.

Saat ditanya oleh host mengenai kehidupannya setelah hijrah ke Jakarta, Mas Ibin mengaku bahwa ijazah menjadi modal utamanya untuk mencari pekerjaan.

Namun, bukan hanya itu yang mendorongnya, melainkan juga pesan dari orangtuanya yang terus ia pegang teguh.

“Orangtua saya dulu idealis, mereka berpesan, ‘Kamu kalau cari ilmu itu setinggi mungkin. Dengan ilmu, kamu bisa segalanya. Kalau saya modali kamu harta, itu akan habis. Tapi kalau ilmu, itu investasi yang bertahan selamanya,’” ujar Mas Ibin.

Pesan itu, lanjutnya, menjadi motivasi besar untuk kehidupan masa mudanya. Berbekal ilmu dan ijazah, ia memberanikan diri melamar pekerjaan hingga akhirnya bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2009.

Mas Ibin bercerita bahwa ia diterima sebagai pegawai negeri sipil di Jakarta, sementara istri dan anaknya tetap tinggal di Blitar.

Meski tinggal terpisah, ia memastikan selalu pulang ke Blitar setiap akhir pekan untuk tetap dekat dengan keluarganya.

“Jadi walaupun saya menetap di Jakarta, saya tetap tahu kondisi Blitar, karena tiap Sabtu saya selalu pulang,” ungkapnya.

Sebagai ASN, Mas Ibin bertugas di Sekretariat Jenderal Komisi Pimpinan Umum, dengan tanggung jawab utama memberikan layanan teknis administratif dalam lingkup pemerintahan. Selain itu, seiring berjalannya waktu, ia juga memegang posisi lain dalam pekerjaannya.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberinya wawasan luas tentang pengelolaan organisasi pemerintahan.

“Karier saya itu ikutnya sama orang-orang besar. Jadi istilahnya, saya akhirnya tahu bagaimana orang-orang besar itu mengelola organisasi pemerintahan,” tambahnya.

Pengalaman bekerja di ibu kota tidak hanya memberikan stabilitas dalam karier, tetapi juga membentuk perspektif Mas Ibin tentang bagaimana pemerintahan yang efektif seharusnya berjalan. Ia melihat langsung bagaimana kebijakan dibuat dan dijalankan oleh para pemimpin di tingkat pusat.

Meski demikian, ia mengaku bahwa hubungan dengan Blitar tidak pernah terputus. Perjalanan pulang setiap akhir pekan memberinya kesempatan untuk tetap terhubung dengan kondisi masyarakat di kampung halamannya.

Kisah perjalanan hidup Mas Ibin ini menunjukkan bagaimana pengalaman hidup dan pesan orangtua dapat membentuk seseorang menjadi pemimpin yang berkomitmen pada masyarakat.

Dengan wawasan dan pengalaman yang ia dapatkan selama menjadi ASN di Jakarta, ia bertekad untuk membawa perubahan yang nyata bagi Blitar.

“Semua pengalaman ini menjadi bekal saya untuk memastikan bahwa kebijakan di Blitar nanti akan lebih baik, berpihak kepada masyarakat, dan menciptakan kesejahteraan,” pungkasnya. (*)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Syauqul Muhibbin #wali kota blitar #Mas Ibin #ASN