BLITAR — Kondisi Stadion Srengat yang tidak terurus tampaknya tak berubah dalam waktu depan.
Fasilitas umum tersebut juga bakal berubah fungsi untuk kegiatan-kegiatan di luar kepentingan olahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Blitar, Anindya Putra Robertus, mengatakan tidak ada alokasi anggaran untuk kegiatan pemeliharaan Stadion Srengat.
Ini karena kondisi keuangan daerah yang tidak cukup untuk mengakomodasi semua kepentingan olahraga.
“Perlahan-lahan (perbaikan sarana Stadion Srengat, Red) ya. Untuk kegiatan olahraga, kami fokuskan di Stadion Panataran, Nglegok,” katanya.
Anin tidak memungkiri kondisi stadion di Blitar Barat tersebut membutuhkan perhatian.
Sayangnya, pihaknya juga harus memiliki skala prioritas dalam memberikan layanan dan fasilitas olahraga untuk masyarakat.
“Stadion Srengat kami rencanakan untuk kegiatan event, seperti musik atau kegiatan-kegaitan yang melibatkan banyak masyarakat lainnya,” jelas Anin.
Alokasi anggaran untuk kepentingan olahraga tahun depan tidak begitu besar. Khususnya dalam hal pemenuhan sarana prasarana.
Di Stadion Panataran, Nglegok, juga tidak banyak alokasi anggaran yang disediakan.
Anin menyebut fasilitas olahraga ini belum sepenuhnya siap digunakan untuk event setingkat provinsi.
Contohnya, panjang lintasan lari yang ada di stadion tersebut belum standar. Karena itu, fasilitas tersebut harus disesuaikan agar bisa menggelar event besar di Bumi Penataran.
“Existing sekitar 85 meter panjang lintasan larinya. Jadi kurang sekitar 15 meter untuk lomba lari 100 meter,” terangnya.
Tahun depan, pihaknya berencana mencukupi standar olahraga lari tersebut.
Selain itu, dispora juga bakal membangun kebutuhan cabang olahraga lain, misalnya lompat jauh dan lempar cakram.
“Tahun depan untuk memenuhi itu, kami alokasikan anggaran Rp 100 juta. Itu sudah cukup karena hanya menambah panjang lintasan lari dan fasilitas untuk lompat jauh serta lempar cakram,” terangnya.
Pihaknya juga berencana melakukan peremajaan stadion. Namun, hal ini hanya pekerjaan finishing atau pengecatan saja.
“Perawatan ringan karena catnya sudah mulai pudar. Dengan perawatan ini, stadion tersebut tidak terkesan kumuh lagi,” pungkasnya. (hai/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila