Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkot Siapkan Ratusan Juta “Hijaukan” Kota Blitar, Bakal Tanam Berbagai Pohon Ini

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 26 Desember 2024 | 21:00 WIB
Bunga Tabebuya terlihat mekar di sepanjang Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar
Bunga Tabebuya terlihat mekar di sepanjang Jalan Sudanco Supriyadi Kota Blitar

Blitar — Berbagai langkah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk membuat kota lebih indah dan hijau.

Salah satunya lewat penanaman pohon pelindung di beberapa lokasi strategis untuk mengurangi kadar polusi udara. 

Dinas terkait telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 100 juta untuk merealisasikan program penghijauan Bumi Bung Karno tersebut. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati menegaskan, pohon yang ditanam meliputi tabebuya, trembesi, tanjung, dan beringin.

Pemilihan jenis pohon ini didasarkan pada manfaat ekologisnya serta minimnya risiko kerusakan infrastruktur seperti trotoar dan aspal jalan. 

“Jenis pohon tersebut juga disesuaikan dengan titik penanamannya. Misalnya, pohon beringin ditanam di pinggiran sungai atau mata air untuk melindungi ekosistem di area tersebut,” ungkapnya kepada Koran ini.

Untuk tabebuya, jelas dia, menjadi pilihan utama untuk jalan protokol seperti Jalan Merdeka dan Jalan Majapahit. Sebab, pohon ini dinilai memiliki beberapa kelebihan dibanding yang lain.

Selain berfungsi sebagai penghijauan dan pelindung dari polusi, diketahui juga mampu menyerap udara tercemar.

Pohon ini juga memiliki bunga yang indah menyerupai sakura dan akarnya tidak merusak jalan atau talut sehingga ideal untuk perkotaan.

“Tabebuya tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadi solusi bagi kualitas udara yang lebih baik. Ini adalah kombinasi estetika dan fungsi ekologis yang kami harapkan dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat Kota Blitar,” tandasnya.

Selain fokus pada penanaman baru, perawatan pohon yang telah ditanam juga menjadi perhatian utama, terutama saat musim hujan.

Pemangkasan pohon dilakukan untuk mencegah risiko pohon tumbang akibat angin kencang atau hujan deras. 

“Memasuki musim hujan, kami melakukan penebangan, perabasan, dan reboisasi untuk mengganti pohon yang lapuk atau berpotensi tumbang. Ini bagian dari upaya kami menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” bebernya.

Program ini, terang dia, diharapkan dapat membuat Kota Blitar lebih hijau, sehat, dan menarik secara visual.

Namun, keberhasilan langkah ini akan sangat bergantung pada keberlanjutan perawatan dan pemeliharaan pohon-pohon tersebut. (ham/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#penanaman pohon #pemkot #Kota Blitar