Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Minimnya Minat Santri Blitar di Dunia Media, Diharapkan Lebih Aktif Kembangkan Media Pondok Pesantren

Fajar Rahmad Ali Wardana • Senin, 30 Desember 2024 | 15:42 WIB

 

GUYUB: Para santri sedang menyimak uraian narasumber di halaqah MPJ 2024
GUYUB: Para santri sedang menyimak uraian narasumber di halaqah MPJ 2024

Blitar – Santri Blitar Raya ternyata masih kurang meminati terjun di media pondok pesantren (ponpes).

Hal itu terbukti dari ratusan peserta Halaqoh Media Pondok Jatim 2024 yang digelar di PP Bustanul Muta'allimin, Kota Blitar.

Hanya beberapa peserta dari Bumi Bung Karno. Padahal, kegiatan ini penting untuk meningkatkan branding ponpes.

Panitia Halaqoh Media Pondok Jatim 2024, Muhammad As’ad Al Faidl mengatakan, media pesantren di Blitar menunjukkan perkembangan positif meskipun masih berada pada level dasar. Karena dari 380 peserta, yang berasal dari Blitar dapat dihitung dengan jari.

"Blitar sebenarnya memiliki media ponpes yang solid dan potensial. Namun, beberapa pesantren masih menganggap konten media ponpes kurang penting untuk branding dan hanya sekadar ikut-ikutan pelatihan," ujarnya, saat ditemui di sela acara Halaqoh Media Pondok Jatim.

Acara ini diselenggarakan mulai 25–27 Desember. Tentu sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas media ponpes di Jawa Timur.

Selain itu, juga memotivasi santri agar lebih aktif dalam mengelola dan mengembangkan konten digital berbasis pesantren sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas, terutama generasi Z.

As’ad menyebut Halaqoh Media Pondok Jatim ini dirancang untuk mengedukasi dan memberdayakan santri dalam dunia media. Tentu juga mewadahi teman-teman santri yang fokus pada media ponpes masing-masing.

“Dalam halaqah ini, kami memiliki tega pembahasan yang disebut komisi. Komisi A organisasi, komisi B tematik yang mengangkat tema Pesantren Rumah Pendidikan, Bukan Perundungan. Komisi C terkait konten media pesantren,” ungkapnya.

Ketika disinggung terkait mengangkat tema perundungan, dia menegaskan bahwa dengan tema itu fokusnya dapat menciptakan citra pesantren sebagai tempat pendidikan karakter yang baik, sekaligus melawan stigma negatif terkait bullying di pesantren.

Baca Juga: Pemkot Blitar Bakal Bertemu Wali Kota Terpilih, Asalkan Satu Agenda Penting Sudah Tuntas  

"Kami ingin media pesantren mampu mem-branding pesantren sebagai tempat  pendidikan karakter," kata As’ad. (jar/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#santri #pondok pesantren #Halaqoh Media Pondok Jatim 2024 #Kota Blitar