Blitar – Penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin desease (LSD) merupakan wabah penyakit yang menyerang hewan ternak berkuku belah.
Setelah dinyatakan zero kasus, kedua penyakit ini mulai menampakkan diri lagi di Bumi Bung Karno.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengungkapkan bahwa kembali menemukan kasus penyakit menular pada hewan ternak di wilayah Blitar Kota.
Dalam pemantauan yang dilakukan di Pasar Hewan Dimoro, petugas mendapati satu ekor sapi terjangkit penyakit LSD dan tiga ekor sapi lainnya terinfeksi PMK.
“Keempat sapi yang terdeteksi penyakit tersebut merupakan milik peternak dari luar Kota Blitar. Kami meminta agar sapi-sapi yang terinfeksi ini segera dibawa pulang oleh pemiliknya untuk mencegah penularan ke sapi lainnya di pasar," ungkapnya, Senin(30/12).
Sebagai langkah antisipasi, petugas langsung melakukan pembersihan di lokasi temuan kasus tersebut.
Pembersihan juga dilakukan dengan penyemprotan disinfektan di area tempat sapi-sapi tersebut berada.
Harapannya, tindakan ini dapat membunuh virus penyebab penyakit dan mencegah penyebarannya lebih lanjut.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar untuk menentukan langkah tindak lanjut. Pasalnya, pengelolaan pasar hewan merupakan kewenangan disperindag,” terangnya.
Sebelumnya, jelas dia, pada bulan Desember ini DKPP Kota Blitar juga mencatat delapan ekor sapi milik peternak dari Kelurahan Pakunden dan Sentul yang terinfeksi PMK.
Temuan ini semakin menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan ternak, terutama di pasar hewan.
“Maka dari itu, vaksinasi penyakit menular utamanya PMK dan LSD akan terus kami masifkan. Kami juga terus mengimbau para peternak dan pedagang untuk menjaga kesehatan ternak mereka dan melaporkan segera jika ada gejala penyakit pada sapi,” pungkasnya. (ham/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila