Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tips Peternak di Kabupaten Blitar Hadapi PMK, Jangan Panik Ada Cara Mudah Bisa Diterapkan

Agus Muhaimin • Jumat, 3 Januari 2025 | 21:00 WIB

 

   

MASIF: Ilustrasi hewan ternak. Marak kasus PMK di Kabupaten Blitar.
MASIF: Ilustrasi hewan ternak. Marak kasus PMK di Kabupaten Blitar.

BLITAR – Ratusan sapi milik peternak di Kabupaten Blitar kini terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Peternak di Kabupaten Blitar, tidak perlu panik karena ada cara pencegahan dan alternatif yang bisa digunakan untuk menanggulangi PMK.

PMK pada umumnya termasuk di Kabupaten Blitar hanya menyerang hewan milik peternak untuk ruminansia alias hewan berkuku belah seperti, sapi, kambing, kerbau, kuda  dan babi.

Untuk peternak di Kabupaten Blitar harus jeli ketika ternak yang mengidap PMK. Yakni ditandai dengan gejala klisnis seperti suhu di atas 38 derajat celcius dan hipersalivasi atau keluar air liur yang berlebihan.

Selain itu ciri-ciri hewan terserang PMK terdapat lesi atau luka di bagian mulut dan kaki.

Untuk diketahui karena penyakit ini disebabkan oleh virus, langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah meningkatkan imunitas.

Cara peternak harus memberikan pakan berkualitas serta menjaga kebersihan kandang.

Disarankan juga peternak memberikan jamu untuk menambah nafsu makan ternak.

Para peternak juga bisa memberikan makana  lunak agar ternak mudah menelan makanan tersebut.

Peternak juga wajib menjaga kebersihan kandang.

Selain kotoran ternak, penyemprotan kadang dengan desinfektan juga perlu dilakukan.

Peternak juga harus selektif dan memantau mobilitas kandang. Yakni membatasi keluar masuk orang yang tidak berkepentingan memasuki area kandang.

Untuk pengobatan luka luar pada kuku bisa menggunakan tembaga sulfat 20 gram dan 1 liter air.

Campuran tersebut disemprotkan tiga kali sehari. Perlu diingat untuk menjaga kebersihan dan kelembapan kandang agar luka segera sembuh.

Sedangkan luka pada mulut menggunakan larutan asam borat 30 gram dengan 1 liter air panas.

Oleskan larutan tersebut ke bagian luka di mulut ternak tiga kali sehari. Jika memungkinkan oleskan juga madu untuk mempercepat penyembuhan.

Sebisa mungkin jauhkan pedet atau anakan sapi dari dari indukan yang terpapar PMK.

Perah kolostrum atau susu lalu panaskan hingga 57 derajat Celsius. Tunggu suhu turun sekitar 30 derajat Celsius sebelum diberikan untuk anakan sapi tersebut.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kabupaten Blitar Nanang Miftahudin mengatakan, penerapan biosecurity sangat penting dalam mengendalikan PMK.

Peternak juga harus memastikan sapi mereka sudah mendapatkan vaksin.

Booster diperlukan untuk meminimalisir risiko akibat PMK. Minimal 6 bulan sekali sapi divaksin,” terangnya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar #pmk #peternakan