Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lebih Dekat dengan Sosok Bela Ayu Safitri, Diajeng Kota Blitar yang Gencar Suarakan Bahaya Kanker Serviks

M. Subchan Abdullah • Senin, 6 Januari 2025 | 16:30 WIB
PEDULI PEREMPUAN: Bela Ayu Safitri, jebolan Diajeng Kota Blitar 2021 yang kini menjalani karantina di ajang Puteri Indonesia Jatim 2025.
PEDULI PEREMPUAN: Bela Ayu Safitri, jebolan Diajeng Kota Blitar 2021 yang kini menjalani karantina di ajang Puteri Indonesia Jatim 2025.

BLITAR - Masalah kesehatan perempuan menjadi perhatian Bela Ayu Safitri dalam beradvokasi.

Finalis Diajeng 2021 ini sedang berjuang di kompetisi Puteri Indonesia tingkat Jawa Timur (Jatim). Misinya, mengedukasi para perempuan untuk lebih sadar akan bahaya kanker serviks dan kanker payudara.

Kematian ibunda sang pacar menjadi titik balik kehidupan Bela Ayu Safitri. Perempuan hebat yang dikasihinya itu meninggal dunia di tengah berjuang melawan kanker payudara.

Bela melihat sendiri bagaimana perempuan yang diuji sakit itu mengembuskan napas terakhirnya. Di situ, air matanya langsung tumpah. Dia tidak kuat menahan kesedihan ditinggal oleh seorang perempuan hebat yang berjuang melawan penyakit ganas tersebut.

Lewat perjalanan takdir itulah, hati Bela seketika tersentuh. Berkata dalam benaknya, jangan sampai perempuan-perempuan lain di luar sana bernasib sama. Bertahan dalam kesakitan dan terus berusaha untuk melawannya.

Dari situlah, jiwanya tergerak untuk mengadvokasi tentang betapa pentingnya bagi perempuan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit.

“Khususnya penyakit yang mematikan seperti kanker payudara dan kanker serviks,” kata perempuan 24 tahun ini kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (6/1/2025).

Bela masih ingat betul bagaimana saat itu dia mengikuti proses pengobatan ibu kekasihnya tersebut. Ibunya telah mengidap kanker stadium akhir.

“Meski saya mengenal beliau cukup singkat, pengalaman itu telah memberi kesan yang mendalam bagi saya. Dia telah menjadi perempuan inspirasi saya,” ungkap putri pasangan Karji dan Ponasih ini.

Pengalaman berkesan itu semakin meneguhkan hatinya untuk turut andil dalam meningkatkan kesadaran perempuan akan bahaya kanker payudara dan kanker serviks. Dimulai November 2024 lalu, dia melakukan advokasi kepada para perempuan di Blitar.

Bela bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Onkologi Surabaya dalam memberikan edukasi tentang bahaya kanker. Bersama RS yang ahli menangani kanker tersebut, Bela memberikan penyuluhan dan edukasi.

“Sementara ini, penyuluhan dan edukasi kami lakukan melalui webinar. Selain dari RS onkologi, ada juga komunitas di Surabaya yang ikut memberikan edukasi,” terang alumnus Universitas Surabaya jurusan Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media ini.

Bela memang sengaja menggandeng RS Onkologi Surabaya. Sebab, rumah sakit tersebut sudah dikenal ahli di bidang perkankeran.

“Dengan begitu, para perempuan ini benar-benar paham tentang bahaya kanker dan faktor risikonya. Sehingga makin sadar untuk menjaga kesehatan,” harapnya.

Di Blitar, advokasi tentang kesehatan perempuan sudah dilakukan. Beberapa waktu lalu, dia dan teman-temannya memberikan penyuluhan kepada kelompok perempuan organisasi Fatayat NU serta sharing atau berbagi pengalaman tentang penyakit kanker. Selain itu juga membuka cek kesehatan.

Melalui advokasi yang dilakukannya, Bela berharap kesadaran perempuan akan bahaya kanker bisa meningkat. Dengan begitu, perempuan bisa semakin menjaga kesehatan dengan menjalani pola hidup sehat.

Di samping itu, para perempuan semakin berani untuk sharing mengenai kesehatan perempuan dan pengalaman.

“Terkadang masih ada perempuan yang enggan peduli terhadap kesehatannya dan takut periksa. Apalagi paham mengenai faktor risiko kanker serviks dan payudara ini,” tuturnya.

Advokasi mengenai kesehatan perempuan terhindar dari kanker ini menjadi misi yang dibawa Bela di kompetisi kecantikan Puteri Indonesia 2025.

“Lewat peristiwa wafatnya ibu kekasih saya itu, mendorong saya mendaftar di ajang kecantikan Puteri Indonesia setelah tahun lalu gagal lolos,” ungkapnya.

Dan kini, Bela sedang menjalani serangkaian karantina untuk ajang Puteri Indonesia Jatim. Dia akan berjuang dengan para kontestan perwakilan daerah di Jatim.

Rencananya, grand final Puteri Indonesia Jatim 2025 dilaksanakan pada 12 Januari mendatang.

Nantinya, satu perempuan akan dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Jatim 2025. Setelah itu, dia mewakili Provinsi Jatim untuk berkompetisi di ajang Puteri Indonesia 2025 bersama kontestan lain wakil dari seluruh provinsi di Indonesia.

Bela berharap lewat ajang Puteri Indonesia tersebut bisa membagi ilmu maupun wawasan yang diperolehnya selama ini kepada kaum perempuan. Terutama advokasi tentang kesehatan perempuan tersebut.

Baca Juga: Stop Praktik Ilegal, Lindungi Kesehatan Gigi Anda

“Bagi saya, menjadi seorang puteri itu tidak cuma harus cantik, pintar, dan lain sebagainya. Tapi, saya harus peduli dengan orang atau masyarakat sekitar. Itu yang saya rasakan dampaknya saat ini,” tandasnya. (*/c1/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kanker serviks #Puteri Indoensia #Diajeng kota blitar #Bela Ayu Safitri #risiko #edukasi #puteri indonesia jatim 2025 #kanker payudara