Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada PMK! Puluhan Sapi di Desa Serang Kabupaten Blitar Terpapar, Diimbau Batasi Mobilitas Ternak dari Luar Desa

Agus Muhaimin • Rabu, 8 Januari 2025 | 23:00 WIB
MASIF: Ilustrasi hewan ternak. Marak kasus PMK di Kabupaten Blitar.
MASIF: Ilustrasi hewan ternak. Marak kasus PMK di Kabupaten Blitar.

BLITAR – Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang puluhan ternak di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, membuat peternak setempat hati-hati. Mobilitas ternak kini nyaris tak tampak karena risiko rugi sangat tinggi.

Kepala Desa Serang, Handoko, mengaku sudah menyosialisasikan terkait pencegahan dan penanganan PMK kepada masyarakat.

Itu setelah ditemukan kasus yang teridentifikasi sebagai PMK akhir tahun lalu. Hingga kini, lebih dari 20 sapi mati usai terpapar PMK.

“Kami sudah laporkan hal ini ke dinas peternakan dan perikanan yang kemudian ditindaklanjuti dengan investigasi oleh tim dari Balai Besar Veteriner (BBvet) Wates,” katanya.

Desa Serang memiliki populasi sapi terbanyak di Kecamatan Panggungrejo. Total ada sekitar 1.400 sapi kini menjadi aset atau sumber pendapatan masyarakat setempat.

Menurut Handoko, mobilitas ternak di Desa Serang tidak terlalu tinggi. Para peternak biasanya memang mendatangkan atau membeli sapi dari luar untuk dipelihara.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan sapi baru tersebut membawa virus dan menularkan PMK. Dengan begitu, kini ada puluhan sapi di desa tersebut yang terpapar penyakit ini.

“Kemarin (Selasa, Red) dapat disinfektan dan cara pembersihan kandang. Dari para petugas kesehatan hewan sedang melakukan investigasi,” terangnya.

Selain itu, kata dia, peternak juga memiliki kearifan lokal dalam menangani sapi yang sakit. Misalnya, memberikan ramuan atau rempah-rempah agar sapi sehat atau memiliki nafsu makan yang baik.

Handoko menambahkan, pemerintah desa tidak mengeluarkan surat edaran atau imbauan untuk mengurangi mobilitas.

Sebab, para peternak sudah mawas diri pascapuluhan ternak mati akibat PMK di Desa Serang.

“Ini lumrah lantaran para peternak juga tidak mau merugi karena sapi mereka mati akibat PMK,” tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mengajak BBVet Wates, Jogjakarta, untuk melakukan investigasi lapangan di wilayah dengan kasus PMK terbanyak.

Investigasi ini dilakukan karena seharusnya mortalitas atau tingkat kematian ternak akibat PMK rendah.

Namun, fakta di Bumi Penataran sedikit berbeda. Tercatat 315 ternak sudah terpapar PMK sejak 2 Januari lalu. Sebanyak 35 sapi dinyatakan sembuh, 30 sapi mati, 15 sapi dipotong paksa. (hai/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kecamatan panggungrejo #peternak #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)