Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pembangunan Pasar Kesamben Minta Bantuan Anggaran dari Pusat, Pemkab Blitar Hanya Punya Duit Segini

M. Subchan Abdullah • Jumat, 10 Januari 2025 | 02:00 WIB
HANCUR LEBUR: Kondisi Pasar Kesamben pascakebakaran pada November 2022 lalu.
HANCUR LEBUR: Kondisi Pasar Kesamben pascakebakaran pada November 2022 lalu.

BLITAR – Dua tahun lebih pascakebakaran, belum ada rencana signifikan terkait rekonstruksi Pasar Kesamben.

Tahun ini,  pemerintah hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar (M) untuk persiapan lahan. Sementara pembangunannya pasrah bongkokan ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi, belum bisa memastikan rekonstruksi Pasar Kesamben yang terbakar pada akhir 2022 lalu. Kendati begitu, proposal untuk kepentingan tersebut kini sudah menjadi pembahasan di Kementerian PUPR.

“Saat ini review kedua untuk dokumen dan kelengkapan rekonstruksi Pasar Kesamben di pusat. Anggaran daerah terbatas, jadi tidak mungkin menggunakan APBD,” katanya, Kamis (9/1/2025).

Dia optimistis dalam waktu dekat akan ada kabar baik bagi para pedagang dan masyarakat di wilayah Kesamben. Sebab, sejalan dengan proses review di Kementerian PUPR, pemkab diinstruksikan untuk mengalokasikan anggaran pendampingan pembangunan Pasar Kesamben.

Darmadi mengungkapkan, tahun ini Pemkab Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 M untuk mendukung rekonstruksi Pasar Kesamben.  Anggaran tersebut dibutuhkan untuk persiapan lahan sekaligus relokasi pedagang.

“Pemerintah pusat mau membantu membangun kembali Pasar Kesamben itu sudah luar biasa. Jadi tidak mungkin kebutuhan persiapan lahan dan relokasi pedagang juga dibebankan kepada pemerintah pusat,” terangnya.

Darmadi berencana merelokasi pedagang di sebelah selatan Pasar Kesamben. Hal ini tidak hanya untuk memperlancar proses pembangunan, tetapi juga demi keamanan pedagang maupun masyarakat.

“Meski pembangunan masih belum diketahui, persiapan dan rencana relokasi ini harus dikantongi. Agar proses rekonstruksi Pasar Kesamben berjalan dengan lancar,” katanya.

Dia mengungkapkan, Pasar Kesamben bukan sekadar sarana pedagangan, melainkan juga menjadi lumbung atau sumber pendapatan daerah. Sebab, sebelum terbakar, ada ratusan juta retribusi pasar yang berhasil dikumpulkan dari pasar tersebut.

“Rata-rata ada sekitar Rp 600 juta dari retribusi Pasar Kesamben setahun. Tapi, pascaterbakar, pemungutan retribusi tidak bisa optimal,” katanya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ada sekitar 300 pedagang menggantungkan nasibnya di Pasar Kesamben. Namun, jumlah tersebut kini  banyak berkurang lantaran sarana prasarana yang kurang memadai maupun persaingan perdagangan online.

Kemudahan perdagangan online ini memicu pasar sepi dan menjadi tantangan di pasar daerah yang lain. Akibatnya tidak sedikit pedagang yang memilih menutup kios pasar mereka. (hai/c1/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#rekontruksi #pembangunan #Pemkab Blitar #kebakaran #pemerintah pusat #pasar kesamben