Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ini Pernyataan Askot PSSI Blitar Terkait Aksi Vandalisme di Stadion Soeprijadi Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 11 Januari 2025 | 00:00 WIB
MERESAHKAN: Aksi vandalisme kembali terjadi dengan menyasar Stadion Soeprijadi Kota Blitar, Kamis (9/1/2025).
MERESAHKAN: Aksi vandalisme kembali terjadi dengan menyasar Stadion Soeprijadi Kota Blitar, Kamis (9/1/2025).

BLITAR - Stadion Soeprijadi Kota Blitar kembali menjadi sasaran aksi vandalisme. Sejumlah poster berisi protes kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tertempel di salah satu sisi tembok stadion sebelah barat.

Aksi vandalisme itu tidak sekali ini terjadi. Sebelumnya, aksi tangan-tangan tidak bertanggung jawab berbentuk protes itu juga terjadi saat Arema FC akan menggunakan Stadion Soeprijadi sebagai home base.

”Ya, mungkin ini bentuk aspirasi dari suporter ataupun pencinta sepak bola, dan ini sudah biasa terjadi,” kata Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Blitar, Yudi Meira, Jumat (10/1/2025).

Yudi mengungkapkan, aksi vandalisme itu merupakan bentuk protes terhadap kebijakan PSSI yang mencopot Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia. Namun, tentunya Askot PSSI Blitar tidak tahu menahu mengenai kebijakan dari PSSI pusat.

”Kalaupun teman-teman dari pencinta sepak bola ingin menyampaikan aspirasi kepada kami, silakan. Nanti kami bantu untuk menyampaikan ke pusat,” terangnya.

Askot PSSI Blitar menghargai apa pun aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, khususnya pencinta sepak bola. Namun, alangkah baiknya jika aspirasi tersebut disampaikan dengan cara yang elok. Tidak dengan cara merusak keindahan fasilitas umumseperti stadion.

Yudi mengimbau kepada masyarakat maupun pencinta sepak bola untuk legawa dengan keputusan PSSI atas pencopotan pelatih STY tersebut. Askot PSSI Blitar siap untuk menampung aspirasi serta masukan dari masyarakat terkait kebijakan dari PSSI.

”Sekali lagi, monggo jika ada masukan langsung saja sampaikan kepada kami. Nanti kami sampaikan ke pusat,” ujar anggota DPRD Kota Blitar ini.

Sebelumnya diketahui, PSSI resmi melepas STY sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pencopotan pelatih asal Korea Selatan itu langsung menuai pro dan kontra di masyarakat.

Pelatih yang sudah sekitar 5 tahun mendampingi pemain timnas itu harus diberhentikan di tengah jalan. Kontrak STY sebagai pelatih timnas Indonesia berakhir pada 2027. (sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Stadion Soeprijadi #shin tae yong #PSSI #askot pssi blitar #vandalisme #Kota Blitar