BLITAR – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo menyadari masih adanya keluhan dari masyarakat terkait pelayanan.
Namun, hal itu menjadi masukan untuk terus melakukan perbaikan dan mengoptimalkan pelayanan kepada semua pasien.
Adanya keluhan-keluhan dari masyarakat terkait pelayanan yang dianggap kurang baik memang selalu ada. Berbagai pelayanan yang telah dilakukan RSUD Mardi Waluyo memang belum sepenuhnya sempurna.
“Nah, jika masih ada kekurangan-kekurangan itu hal yang wajar, karena kami mengelola dan mengatur 700 orang lebih. Terkadang satu diatur, yang lain masih kecolongan,” ungkap Direktur RSUD Mardi Waluyo, M Muchlis, Selasa (14/1/2025).
Rumah sakit, jelas dia, tidak menutup kritik dan saran dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Karena kritikan dan saran akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen rumah sakit agar lebih baik lagi ke depannya.
”Yang pasti kami tetap berbenah ke arah yang lebih baik. Bisa diterima masyarakat, bisa menyenangkan semua pihak, khususnya pasien,” harapnya.
Upaya menjadi rumah sakit dengan pelayanan yang profesional dan humanis terus dilakukan. Namun, ketika sudah berupaya untuk profesional terkadang ada satu atau dua orang yang bersikap kurang humanis. Itu akan menjadi evaluasi untuk berbenah.
Sebelumnya diberitakan, pelayanan kesehatan di RSUD Mardi Waluyo menjadi sorotan DPRD Kota Blitar. Pasalnya, sering ada keluhan-keluhan dari masyarakat terutama pasien yang mendapat pelayanan kurang maksimal. Di samping itu, ada yang menganggap pelayanan yang diberikan kurang ramah.
Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Agus Zunaedi mendorong RSUD Mardi Waluyo untuk terus berbenah lebih baik dalam pelayanan kepada Masyarakat, khususnya pasien. Baik kepada pasien peserta BPJS maupun non-BPJS.
“Jika perlu rumah sakit buka posko aduan atau keluhan bagi masyarakat. Bahkan, kami juga siap menampung keluhan, tidak hanya pelayanan di rumah sakit, tetapi juga instansi lainnya,” tuturnya. (sub/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah