Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ribuan Vaksin PMK Gratis Mulai Digelontor di Jatim, Ini Beberapa WIlayah di Blitar yang Menjadi Sasaran Pertama Distribusi

Fajar Ali Wardana • Rabu, 15 Januari 2025 | 19:30 WIB
CEK KONDISI: Pemeriksaan kondisi kesehatan sapi di Pasar Hewan Wlingi, Kabupaten Blitar, Selasa (14/1/2025).
CEK KONDISI: Pemeriksaan kondisi kesehatan sapi di Pasar Hewan Wlingi, Kabupaten Blitar, Selasa (14/1/2025).

 

 

BLITAR – Ribuan dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) segera digelontor untuk wilayah Jawa Timur (Jatim). Kabupaten Blitar menjadi salah satu sasarannya. 

Sesuai rencana, pemberian vaksin itu diberikan secara bertahap oleh Pemkab Blitar. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Eko Susanto, mengaku sudah menerima kabar baik terkait bantuan vaksin PMK.

Sebab, dari informasi yang diterima total ada 4 juta dosis vaksin dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan dibagikan untuk 25 provinsi dengan kasus PMK, termasuk Jawa Timur.

“Kabupaten Blitar diinformasikan akan menerima bantuan vaksin ini karena kasus di sini cukup tinggi," ujar Eko, Rabu (15/1/2025).

Distribusi vaksin akan dilakukan secara bertahap. Namun, untuk detail jumlah vaksin yang akan diterima masih belum diketahui. "Namun, dipastikan vaksin datang ke Blitar pada Kamis besok (16/1/2025),” imbuhnya.

Informasinya, distribusi vaksin PMK dari pemerintah pusat kepada masing-masing provinsi dilakukan hari ini. Pihaknya sudah melakukan zoom meeting membahas proses distribusi dan pembagian dosis masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sebelum distribusi vaksin, pihaknya masih melakukan mapping untuk prioritas desa yang mendapat vaksin. Tentu daerah kasus terbanyak yang didahulukan, supaya PMK ini tidak menjalar ke daerah lain. Kemudian, pihaknya akan terus memantau pelaksanaan vaksinasi hingga tuntas.

“Semoga tidak ada kendala teknis, karena tim teknis kami membawa vaksin droping dari provinsi pada Kamis. Selain itu, kami juga belum tahu dropping vaksin jumlahnya berapa , beberapa aspek teknis yang tidak semua boleh divaksin, seperti hewan yang sudah terkena, kondisi sakit, sapi hamil, dan lainnya. Jadi, tidak sporadis langsung divaksinasi. Semua ada invetigasi awal peternak,” pungkasnya.

Pihaknya memastikan terus meng-update informasi dari pusat maupun Pemprov Jatim terkait bantuan vaksin ini. Sementara ini para peternak diharapkan melakukan vaksinasi PMK secara mandiri.

Data terakhir hingga Senin (13/1), tercatat ada 440 kasus PMK di Kabupaten Blitar. Sebanyak 35 ekor di antaranya mati. Dari data ini juga diketahui 105 ekor di antaranya sudah sembuh. (jar/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #jawa timur #Vaksin PMK #kementerian pertanian #disnakkan kabupaten blitar #jatim