Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Berupaya Bongkar Kejanggalan Usulan PSU, Anggota Panwascam Kecamatan Sukorejo Kota Blitar Ini Ungkap Faktanya

Muhamad Ilham Baha’udin • Rabu, 15 Januari 2025 | 21:30 WIB

CARI KEADILAN: Anggota Panwascam Sukorejo, Khusnul Hidayati memberikan keterangan kepada awak media di Polres Blitar Kota.
CARI KEADILAN: Anggota Panwascam Sukorejo, Khusnul Hidayati memberikan keterangan kepada awak media di Polres Blitar Kota.

 

BLITAR - Anggota Panwascam Sukorejo, Khusnul Hidayati yang mengaku diancam dan diintimidasi karena upayanya membongkar kejanggalan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Kota Blitar 2025 telah melapor ke Polres Blitar Kota. 

Kepada Jawa Pos Radar Blitar, dia mengaku tak tahan dengan berbagai dugaan ancaman dan intimidasi yang diterima sejak proses pemilihan wali kota (pilwali) pada November 2024 lalu. salah satu anggota Panwascam Sukorejo resmi melapor di Polres Kota Blitar. 

Tekanan yang diterima terkait dengan upayanya membongkar adanya kejanggalan dalam rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) Pilwali Kota Blitar lalu. Ancaman tersebut diterimanya melalui WA hingga pesan pribadi.

Bahkan dituding mengelola akun media sosial (medsos) palsu yang kerap melontarkan kritik terhadap Panwascam Sukorejo.

“Ancaman ini terjadi berkali-kali. Saya merasa tidak dilindungi, baik oleh Panwascam Sukorejo maupun Bawaslu Kota Blitar. Sebelumnya saya tahan, tapi lama-kelamaan saya sudah tidak sanggup, sehingga akhirnya memilih melapor,” ujar anggota Panwascam Sukorejo yang juga pelapor, Khusnul Hidayati.

Tak hanya adanya kejanggalan dalam keputusan PSU di dua TPS, yakni di TPS 12 Kelurahan Tanjungsari dan TPS 03 Kelurahan Sukorejo, beberapa keputusan tersebut juga dibuat tanpa melalui rapat pleno yang seharusnya melibatkan dirinya sebagai divisi penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa.

“Saya tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan itu. Dugaan saya, keputusan dibuat sepihak oleh segelintir pihak di panwascam. Apalagi, belakangan beredar tangkapan layar percakapan WA internal panwascam yang menunjukkan adanya pengondisian,” jelasnya.

Tangkapan layar tersebut bahkan telah viral di media sosial hingga memunculkan spekulasi publik mengenai transparansi dan independensi lembaga pengawas pemilu. Dia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini agar tidak ada lagi intimidasi terhadap anggota pengawas pemilu yang menjalankan tugasnya.

“Saya berharap agar Bawaslu Kota Blitar mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi di internal Panwascam Sukorejo,” tegasnya. (ham/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#panwascam #Sukorejo #pemungutan suara ulang #bawaslu #psu #Pilwali Kota Blitar