Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menelisik Sejarah Makam Maling Aguno di Bukit Pertapaan yang Disebut Robin Hood Blitar, Siapa Sosok Sebenarnya?

Muhammad Ato'illah Asyathori • Kamis, 16 Januari 2025 | 23:00 WIB
MISTERIUS: Tampak makam tua yang dipercaya sebagai Robin Hood-nya Blitar yang memiliki nama Maling Aguno.
MISTERIUS: Tampak makam tua yang dipercaya sebagai Robin Hood-nya Blitar yang memiliki nama Maling Aguno.

 

BLITAR - Di Blitar, ada sebuah makam yang dipercaya sebagai Robin Hood dari Blitar yang suka mencuri harta benda orang kaya dan dibagikan kepada rakyat miskin. Dia bermana Maling Aguno. Dia merupakan seorang anak Demang yang hidup pada masa Sunan Kalijaga. Maling Aguno Memiliki tiga nama yakni Syaikh, Kalijirak, dan Maling Aguno sendiri.

Seperti kisah fiksi dalam perfilman, ada seorang pencuri yang membagikan harta curiannya kepada rakyat jelata, yang dikenal dengan nama Robin Hood. Namun, kisah Robin Hood tak hanya ada di dunia film, tetapi ada juga di daerah Blitar. Lebih tepatnya bernama Maling Aguno.

Di Blitar, tepatnya di Bukit Pertapan Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, terdapat sebuah makam kuno yang dianggap makam dari Maling Aguno itu. Bahkan pernah ada juru kunci di makam tersebut, tapi kini sudah meninggal dunia. Namun, kisah Maling Aguno masih terus melegenda di Blitar.

 Baca Juga: Merinding! Cerita Warga yang Mendengar Tangisan Misterius saat Relokasi Makam Imbas PSN Pelurusan Jalan Jalur Blitar-Malang

Maling Aguno merupakan tokoh misterius yang sudah terkenal di daerah Blitar, terutama kawasan Srengat. Dia merupakan sosok pencuri yang budiman dengan membagikan seluruh harta curiannya kepada masyarakat miskin.

Menurut kisah warga, Maling Aguno hidup pada zaman Sunan Kalijaga. Dia merupakan seorang yang sakti. Dia mampu menyelinap ke dalam rumah tanpa diketahui dan pergi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Tak hanya itu, kesaktian lainnya seperti memiliki ilmu pukulan yang mematikan. “Dia (Maling Aguno, Red) itu sebenarnya anak seorang demang,” ujar perempuan yang akrab di panggil Tin.

Dia mengatakan, pemberian nama dari Maling Aguno memiliki tiga versi. Dari kalangan santri dipanggil Syaikh, dari kalangan perguruan silat dipanggil Kalijirak, sedangkan dari kalangan orang awam akrab dipanggil Maling Aguno. Selain Aguno, orang awam juga menyebutnya Gunowaseto.

 Baca Juga: Dampak Pembangunan Jembatan Layang Jalur Biltar-Malang, Ratusan Makam Umum di Desa Siraman Direlokasi

 “Jadi, Gunowaseto itu nama lebih tinggi lagi dari Maling Aguno. Yang berarti, apa yang dia curi berguna buat orang lain, gitu. Jadi, nama itu sesuai dengan siapa yang mencarinya. Santri, orang perguruan, atau orang awam, tapi kebanyakan dari orang awam,” terang perempuan 56 tahun itu.

Kini, kisah Maling Aguno masih populer di kalangan masyarakat Desa Bagelenan dan sekitarnya. Tak hanya masyarakat lokal, cerita tentang kesaktian Maling Aguno juga tersebar sampai ke berbagai daerah.

Tin mengatakan pernah didatangi  orang dari Banten yang menanyakan keberadaan makam Robin Hood Blitar itu. Hingga kini, makam Maling Aguno masih dikinjungi banyak orang dan dikeramatkan bagi sebagian orang. (*/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #maling aguno #bukit pertapan #srengat #robin hood #makam #radar blitar