BLITAR - Di Blitar, ada sebuah makam yang dipercaya sebagai Robin Hood dari Blitar yang suka mencuri harta benda orang kaya dan dibagikan kepada rakyat miskin. Dia bermana Maling Aguno. Dia merupakan seorang anak Demang yang hidup pada masa Sunan Kalijaga. Maling Aguno Memiliki tiga nama yakni Syaikh, Kalijirak, dan Maling Aguno sendiri.
Seperti kisah fiksi dalam perfilman, ada seorang pencuri yang membagikan harta curiannya kepada rakyat jelata, yang dikenal dengan nama Robin Hood. Namun, kisah Robin Hood tak hanya ada di dunia film, tetapi ada juga di daerah Blitar. Lebih tepatnya bernama Maling Aguno.
Di Blitar, tepatnya di Bukit Pertapan Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, terdapat sebuah makam kuno yang dianggap makam dari Maling Aguno itu. Bahkan pernah ada juru kunci di makam tersebut, tapi kini sudah meninggal dunia. Namun, kisah Maling Aguno masih terus melegenda di Blitar.
Maling Aguno merupakan tokoh misterius yang sudah terkenal di daerah Blitar, terutama kawasan Srengat. Dia merupakan sosok pencuri yang budiman dengan membagikan seluruh harta curiannya kepada masyarakat miskin.
Menurut kisah warga, Maling Aguno hidup pada zaman Sunan Kalijaga. Dia merupakan seorang yang sakti. Dia mampu menyelinap ke dalam rumah tanpa diketahui dan pergi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Tak hanya itu, kesaktian lainnya seperti memiliki ilmu pukulan yang mematikan. “Dia (Maling Aguno, Red) itu sebenarnya anak seorang demang,” ujar perempuan yang akrab di panggil Tin.
Dia mengatakan, pemberian nama dari Maling Aguno memiliki tiga versi. Dari kalangan santri dipanggil Syaikh, dari kalangan perguruan silat dipanggil Kalijirak, sedangkan dari kalangan orang awam akrab dipanggil Maling Aguno. Selain Aguno, orang awam juga menyebutnya Gunowaseto.
“Jadi, Gunowaseto itu nama lebih tinggi lagi dari Maling Aguno. Yang berarti, apa yang dia curi berguna buat orang lain, gitu. Jadi, nama itu sesuai dengan siapa yang mencarinya. Santri, orang perguruan, atau orang awam, tapi kebanyakan dari orang awam,” terang perempuan 56 tahun itu.
Kini, kisah Maling Aguno masih populer di kalangan masyarakat Desa Bagelenan dan sekitarnya. Tak hanya masyarakat lokal, cerita tentang kesaktian Maling Aguno juga tersebar sampai ke berbagai daerah.
Tin mengatakan pernah didatangi orang dari Banten yang menanyakan keberadaan makam Robin Hood Blitar itu. Hingga kini, makam Maling Aguno masih dikinjungi banyak orang dan dikeramatkan bagi sebagian orang. (*/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah