Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Disaat Pasar Legi Kota Blitar Sepi, Pedagang Bilang Begini, Disperindag dan DPRD Siapkan Beragam Langkah hingga Sebut Permodalan

Muhamad Ilham Baha’udin • Jumat, 17 Januari 2025 | 18:00 WIB

 

SEPI: Kondisi Pasar Legi Kota Blitar yang terlihat sepi perlu penanganan dan inovasi agar tetap ramai.
SEPI: Kondisi Pasar Legi Kota Blitar yang terlihat sepi perlu penanganan dan inovasi agar tetap ramai.

BLITAR– Pedagang lantai dua Pasar Legi Kota Blitar mengeluhkan sepinya lantai dua yang diresmikan beberapa tahun silam. Mereka berharap ada pendampingan serta pelatihan pemasaran digital agar dapat bersaing di era modern.

Salah satu pedagang lantai dua Pasar Legi Kota Blitar, Joni Sarjono, mengaku bahwa pasar yang tertata dan ramai sangat bergantung pada sinergi antara pedagang dan peran aktif dinas terkait. Dia berharap dinas dan komunitas anak muda yang melek teknologi dapat membantu para pedagang beradaptasi dengan tren digital.

“Kami sepakat untuk lebih disiplin, seperti melakukan absensi pedagang sebagai penyemangat agar jualan lebih maksimal. Namun, kegiatan yang digelar dinas seperti event Cah Gelutan Blitar belum efektif, karena hanya berlangsung di luar area lantai dua,” ungkapnya, Kamis (16/1).

Menurut dia, jika kegiatan-kegiatan semacam itu diadakan di lantai dua Pasar Legi Kota Blitar, otomatis akan menarik lebih banyak pengunjung. Selain itu, peningkatan SDM pedagang juga diperlukan, seperti pentingnya pelatihan digital marketing.

“Mayoritas pedagang di lantai dua Pasar Legi Kota Blitar adalah generasi lanjut usia yang kurang melek teknologi. Kami membutuhkan pelatihan untuk memanfaatkan media sosial agar penjualan lebih berkembang,” tambahnya.

Dia melanjutkan, saat ini masih banyak kios di lantai dua Pasar Legi Kota Blitar yang kosong meskipun sudah ada beberapa pedagang yang mulai kembali berjualan. Sepinya lantai dua ini berimbas pada habisnya modal bagi para pedagang.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo, menyatakan bahwa terus berupaya meramaikan lantai dua Pasar Legi Kota Blitar. Salah satu rencana strategis adalah membuka pusat oleh-oleh khas Blitar di lantai dua bagian selatan.

“Kami merencanakan Bazar Ramadan di Pasar Legi selama bulan puasa. Pelaku usaha yang ingin ikut akan ditempatkan di area lantai dua agar dapat menarik lebih banyak pengunjung ke sana. Selain itu, kami juga menggandeng komunitas pelaku usaha muda yang nantinya mengajarkan pedagang cara berjualan secara online,” tandasnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo meminta disperindag membuat spot yang bisa digunakan untuk foto-foto di lantai dua Pasar Legi.

"Kami berharap di lantai dua pasar diberi spot yang menarik untuk anak muda. Meski awalnya anak-anak muda hanya datang untuk foto-foto, nanti lama-lama juga tertarik beli dagangan," katanya.

Baca Juga: Tak Sportif, Peserta Tinju di Pasar Legi Kota Blitar Gunakan Nama Samaran, Panitia Evaluasi Pertandingan

Pedagang, lanjut Yohan, juga mengeluhkan soal modal. Karena selama kondisi pasar sepi, modal para pedagang sudah habis.

"Untuk modal, kami tawarkan solusi pinjaman di Bank Kota Blitar. Pedagang bisa pinjam modal tanpa agunan. Hanya menggunakan hak guna kios sebagai jaminan. Mereka bisa mengajukan pinjaman modal mulai Rp 10 juta-Rp 15 juta per kios," pungkasnya. (ham/c1/ady)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar #perdagangan #pasar legi