Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cara Ampuh Suheri Efendi Cegah PMK di Kota Blitar untuk Lindungi Kesehatan Sapi, Bahan Mudah Didapatkan dan Bisa Jadi Inspirasi Peternak Lain

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 17 Januari 2025 | 20:00 WIB

 

PERAWATAN: Suheri Efendi memberikan ramuan jamu tradisional kepada beberapa ternak sapi miliknya Kamis (16/1).
PERAWATAN: Suheri Efendi memberikan ramuan jamu tradisional kepada beberapa ternak sapi miliknya Kamis (16/1).

BLITAR- Banyak cara yang dilakukan peternak untuk mencegah penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Blitar. Selain murah meriah, vaksin dari pemerintah juga tidak mencukupi jumlah populasi ternak.

Hal ini dilakukan oleh Suheri Efendi, peternak di Kota Blitar ini memberikan ramuan tradisional berupa empon-empon untuk menjaga kesehatan sapi miliknya disaat PMK masih merebak.

Kasus PMK yang menyerang sejumlah hewan ternak di Kota Blitar masih terus meningkat. Kondisi ini memicu peternak mencari cara sendiri untuk melindungi kesehatan sapi mereka, termasuk dengan memanfaatkan jamu tradisional. 

Efendi, sapaan akrabnya, sudah sering memberikan jamu tradisional ke sapi ternaknya sebagai suplemen tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tidak kali ini saja, bahkan teror penyakit PMK yang pernah terjadi pada 2022 lalu itu juga dilakukan pengobatan dengan bahan-bahan yang mudah dicari ini. Terbukti, hingga berita ini ditulis, sapi miliki Efendi tetap dalam kondisi prima.

"Jamu yang saya gunakan terdiri dari kunyit, jahe, temulawak, gula merah, dan lainnya. Sebelumnya, saya mencari sendiri dan mencampur semua bahan empon-empon itu dengan air katul atau comboran," ujar Efendi, saat ditemui di kandang sapi miliknya Kamis (16/1).

Namun, untuk efisiensi waktu, kini dia beralih menggunakan jamu racikan siap seduh yang dicampur dengan konsentrat dan air sebelum diberikan kepada sapi. Racikan obat tradisional untuk ternak yang dikemas dengan instan ini harganya Rp 8 ribu per pack. Dapat dibeli di toko hewan ternak yang ada di kota.

Untuk proses pembuatan jamu sapi ini cukup mudah, jelas Efendi, yakni racikan instan itu direbus dengan gula merah hingga mendidih, kemudian diaduk beberapa kali. Lalu, dicampur dengan air katul yang biasanya digunakan sapi untuk minum dengan wadah ember. Tidak sampai 2 menit, jamu tradisional itu dihabiskan oleh hewan ternak.

“Jamu yang saya beli itu dicampur dengan polar gandum dan air. Sapi bisa langsung cepat menghabiskan, ya syukur wabah PMK ini tidak sampai menyerang sapi saya,” ungkapnya.

Efendi mengaku bahwa selama ada wabah PMK ini memberikan jamu satu hingga dua kali dalam seminggu. Namun, ketika cuaca kurang baik, dia akan memberikan jamu itu hingga empat kali seminggu. Langkah ini terbukti membantu menjaga kesehatan ternak, bahkan di tengah situasi yang penuh tantangan seperti saat ini.

Saat ini, laki-laki 40 tahun ini memiliki sembilan ekor sapi yang semuanya dalam kondisi sehat. Sebagai peternak breeding, dia biasanya menjual ternaknya ketika berusia tiga hingga lima bulan. Namun, akibat lonjakan kasus PMK, Efendi memilih menunda penjualan sapinya untuk sementara waktu. Dia menunggu momen wabah PMK mereda untuk melakukan aktivitas jual beli hewan ternak.

Baca Juga: Angka Kasus PMK di Kabupaten Blitar Tembus 440 Ekor, Komisi II DPRD Tak Tahan Ingin Sidak Pasar Hewan

“Selain jamu tradisional, tentu penting untuk menjaga kebersihan kandang dan sapi. Setiap dua hari sekali, saya harus memandikan ternak dan membersihkan kandang. Agar sapi nyaman dan tidak terserang penyakit,” tuturnya.

Upaya yang dilakukan Efendi menjadi contoh nyata kreativitas dan ketangguhan peternak lokal dalam menghadapi ancaman penyakit ternak. Di tengah lonjakan kasus PMK, langkah sederhana namun efektif ini bisa menjadi inspirasi bagi peternak lainnya di berbagai daerah.

“Saya berharap wabah PMK dapat segera mereda agar peternak tenang saat menjalankan peternakannya. Saya sendiri juga khawatir meski sudah memberikan jamu. Semoga, adanya vaksin PMK  mencegah penyebaran wabah ini,” pungkasnya. (*/c1/ady)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#peternak #blitar #pmk