BLITAR– Sejumlah aset daerah di Kota Blitar mengalami “ganti penghuni” pada tahun ini. Sebab, sejumlah aset baru sudah mulai difungsikan untuk berbagai kegiatan, khususnya untuk pelayanan masyarakat.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes, menjelaskan rencana dan langkah optimalisasi pemanfaatan aset daerah pada 2024. Dalam rapat evaluasi yang telah dilakukan, fokus utama diarahkan pada pemanfaatan beberapa bangunan baru.
“Pemanfaatan aset daerah telah kami bahas dalam rapat evaluasi. Optimalisasi pemanfaatan ini sangat penting, terutama untuk aset yang baru seperti di Kelurahan Blitar, Bendogerit, dan Sentul. Untuk itu, pelaksanaannya harus segera dilakukan secara optimal,” ungkapnya Kamis (16/1).
Dia menjelaskan lebih rinci bahwa aset eks Kelurahan Blitar akan dimanfaatkan sebagai puskesmas pembantu (pustu), demikian pula aset di Bendogerit. Sementara itu, aset di Kelurahan Sentul tidak mengalami perubahan karena bangunan baru tersebut menggunakan lahan yang lama.
“Organisasi perangkat daerah (OPD) yang bergeser juga menjadi bagian dari rencana ini. Mal pelayanan publik akan digunakan sebagai kantor dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), sedangkan kantor lama DPMPTSP akan dialihfungsikan menjadi kantor dinas koperasi, UKM, dan tenaga kerja (dinkop UKM naker). Untuk kantor lama dinkop UKM naker akan digunakan oleh dinas perumahan dan kawasan permukiman (perkim),” jelasnya.
Gedung perkim akan dimaksimalkan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Kemudian, perpustakaan daerah akan segera pindah ke kantor baru. Gedung lama perpustakaan akan digunakan oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD).
“BPBD akan menempati gedung perpustakaan yang lama, sementara kantor lama BPBD saat ini masih digunakan untuk menampung logistik. Nantinya, kalau sudah di sana, gudang logistik KPU akan dialihkan menjadi balai diklat BKPSDM sehingga penggunaan aset lebih terintegrasi,” lanjutnya. (ham/c1/ady)
Editor : Didin Cahya Firmansyah