BLITAR– Tugu perbatasaan wilayah antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung, yang ada di Desa Kaliboto, Kecamatan Wonodadi, terpantau sangat memprihatinkan. Kondisinya tampak kusam, meski menjadi salah satu pintu masuk wilayah Kabupaten Blitar dari sisi barat.
Informasi dari masyarakat sekitar, belum ada perawatan sejak tugu perbatasan di Kabupaten Blitar tersebut dibangun pada 2006 silam.
Dari pantauan di lapangan, tugu yang menghubungkan Desa Kaliboto, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar dengan Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, sudah tampak usang.
Selain itu, ditumbuhi sejumlah tanaman pada bagian tugu serta pada beberapa bagian sudah banyak yang tidak utuh dan warna batu yang sudah pudar.
Menurut warga setempat, tugu perbatasan itu sudah lama tidak ada perhatian. Plang yang bertuliskan “Selamat Jalan” sudah tampak berkarat dan tidak terlihat lagi tulisannya. Dia mengkhawatirkan jika sewaktu-waktu plang itu jatuh.
“Sudah lama itu dibiarkan, belum ada pembaruan. Tulisan ‘Selamat Jalan’ itu juga sudah tidak terlihat dan sudah berkarat,” ujar Siti Khoriah, warga Desa Kaliboto.
Dia juga menambahkan, setiap malam kondisi di sekitar tugu tampak gelap. Hal itu lantaran lampu yang ada di sekitar tugu itu sudah tidak berfungsi alias mati.
Bahkan, ada beberapa warga yang pernah membersihkan area tugu untuk menghilangkan rumput yang hampir menyentuh aspal karena sudah memanjang.
Pendapat senada juga diutarakan Nur Hadi, warga setempat, yang juga merupakan mantan pekerja saat pembangunan tugu perbatasan. Diperkirakan, kerusakan tugu tersebut sekitar 60 persen. Karena memang dari awal dibangun hingga saat ini belum ada perhatian.
“Saya yang diajak bangun tugu ini, hingga sekarang ya kondisinya seperti itu, Mas. Kalau diperbarui mungkin yang lebih menarik,” ujarnya.
Namun tak banyak yang bisa dilakukan oleh warga sekitar. Jika sempat, mereka selalu membersihkan area tugu perbatasan walaupun tidak begitu maksimal.
Selama ini, tugu perbatasan itu selalu dijadikan akses keluar masuk daerah. Dengan begitu, harapannya bisa diperbarui dan terlihat lebih baik. (mg3/c1/ynu)
Editor : Didin Cahya Firmansyah