BLITAR – Dua rumah sakit di Kabupaten Blitar, bakal menjadi lokasi medical check up calon jamaah haji (CJH) sebagai persiapan menuju ke Tanah Suci. Yakni, RSUD Srengat dan RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi.
Pembagian lokasi medical check up itu untuk mempermudah CJH dalam menjangkau fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk dalam tahapan persiapan ibadah haji.
Dari 22 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar, musim Haji 1446 Hijriah/2025, jumlah CJH asal Kabupaten Blitar mencapai 850 orang. Dari jumlah tersebut, dalam pelaksanaan medical check up akan dibagi sesuai dengan wilayah yang dekat dengan RSUD Srengat, untuk wilayah Kabupaten Blitar bagian barat atau RSUD Ngudi Waluyo, untuk wilayah Kabupaten Blitar bagian timur.
“Untuk medical check up CJH Kabupaten Blitar rencananya dilaksanakan di dua rumah sakit,” jelas pejabat pelaksana Bidang Penyelenggaraan Haji Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Khayatul Mahki, Senin (20/1/2025).
Pemeriksaan kesehatan ini adalah tahapan yang harus dilalui CJH sebelum dinyatakan bisa melanjutkan dalam pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2025 atau tidak. Sebab, CJH yang dinyatakan tidak istithaah kesehatannya, sementara ini belum bisa melunasi Bipih 2025.
Seperti diketahui, secara nasional, Bipih 2025 adalah sebesar Rp 55.431.750,78, sedangkan Bipih 2025 untuk Embarkasi Surabaya masih menanti jumlah besarannya.
Saat ini, progres persiapan pemberangkatan CJH asal Kabupaten Blitar terus berlangsung. Misalnya, pekan lalu Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Blitar telah mengirimkan sebanyak 600-an paspor CJH ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur, sebagai syarat pengajuan visa ke Kerajaan Arab Saudi. Sebelumnya, mereka sudah melengkapi persyaratan bio visa. (ynu/din)
Editor : M. Subchan Abdullah