BLITAR – Penyebaran kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Blitar terus meningkat. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar mencatat hingga kini ada 39 kasus positif PMK dengan 5 sapi dilaporkan mati.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat vaksinasi di wilayah-wilayah yang dianggap prioritas.
“Kami telah mendapatkan alokasi vaksin sebanyak 300 dosis dari pemerintah pusat. Hari ini kami sudah melakukan vaksinasi di Kelurahan Klampok dan Sukorejo. Akhir Januari nanti, kami juga akan menerima tambahan vaksin dari pemerintah provinsi,” ujar Kepala DKPP Dewi Masitoh kepada Koran ini kemarin.
Menurut dia, meningkatnya angka kematian ternak disebabkan oleh karakteristik PMK kali ini yang lebih agresif dibanding sebelumnya. “Kalau dulu tingkat mortalitasnya rendah, sekarang lebih tinggi. Ada gejala tambahan seperti pilek yang membuat virusnya lebih ganas,” jelasnya.
Vaksinasi sapi akan diprioritaskan di tujuh kelurahan di luar enam lokasi temuan kasus PMK. Yakni, Kelurahan Blitar, Tlumpu, Tanggung, Ngadirejo, Tanjungsari, dan Gedog. Namun, Dewi menekankan bahwa vaksin hanya dapat diberikan pada sapi yang benar-benar sehat untuk menghindari risiko fatal.
“Vaksin bisa dilakukan dengan jarak 3 kilometer dari lokasi kasus. Jadi, kami fokus pada daerah yang belum terdampak langsung, tetapi dekat dengan lokasi kejadian,” tandasnya.
Meski kasus PMK terus meningkat, Pemkot Blitar memutuskan untuk tidak menutup pasar ternak. Sebagai gantinya, pengawasan lalu lintas ternak dari luar kota, terutama yang akan dijual di Pasar Hewan Dimoro, diperketat untuk mencegah penyebaran lebih luas.
“Kami mohon kerja sama pedagang dan pengelola pasar untuk menjalankan SOP yang telah ditetapkan. Dengan pengendalian lalu lintas yang ketat, kami harap penyebaran bisa diminimalkan,” tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan gejala PMK pada ternak mereka. Langkah cepat pelaporan diharapkan dapat menekan angka kematian ternak akibat virus ini.
Sementara itu, peternak sapi di Kelurahan Klampok, Triman, mengaku khawatir dengan merebaknya kasus PMK kali ini. Dia merasa waswas sapi miliknya juga ikut terjangkit PMK.
"Sebagai peternak ya khawatir dengan kasus PMK. Untuk pencegahan, saya selalu menjaga kesehatan sapi dan kebersihan kandang," katanya.
Triman juga bersyukur sapinya sudah mendapatkan suntikan vaksin PMK. Dengan disuntik vaksin ini, dia berharap kekebalan tubuh sapi miliknya semakin kuat dan tahan penyakit.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada petugas DKPP. Hari ini sapi saya sudah divaksin PMK secara gratis," ujarnya. (ham/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah