BLITAR - Momen Imlek 2025 menjadi kesempatan pertama bagi Gracia, pemilik rumah makan di Sananwetan, Kota Blitar, untuk memperkenalkan hamper khas kuliner dengan sentuhan cita rasa khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pemilik rumah makan yang baru beroperasi kurang dari setahun ini mengaku antusias menyambut perayaan Imlek bersama masyarakat Tionghoa di Blitar.
Ia punya cara sendiri untuk memperkenalkan masakan dan makanan khas karyanya. Yakni, memanfaatkan hari besar agama untuk membuat kuliner khusus.
Jika biasanya setiap perayaan ada saling memberikan hamper atau hantaran berupa hadiah khusus, maka hamper yang ada di resto milik Gracia ini adalah kuliner.
“Saya menyediakan hamper sesuai momen, seperti Natal, dan nanti juga untuk Idul Fitri. Hamper di sini isinya makanan khas Lombok, karena saya sendiri asli Lombok,” tutur Gracia, Rabu (22/1/2025).
Diketahui resto atau rumah makan yang bernama Depot Tacik Gentong ini menyediakan beberapa varian menu yaitu ayam bakar taliwang, ayam bakar pelecing, dan ayam goreng khas gentong.
Kendati memiliki opsi menu gurami, Gracia mengaku terkendala dalam menemukan packaging yang cocok untuk gurami.
“Packaging gurami itu susah, terutama kalau ingin tampilannya bagus untuk hantaran. Jadi, saya fokus ke menu ayam karena lebih mudah cari packagingnya,” jelasnya.
Harga yang ditawarkan di depot ini juga cukup ekonomis yaitu di bawah Rp100 ribu. “Di tempat lain biasanya hamper Imlek harganya mulai Rp 120 ribu ke atas. Saya ingin memberikan opsi ekonomis, tapi tetap berkualitas. Dengan harga kurang dari Rp 100 ribu, pelanggan sudah bisa memberikan satu ekor ayam lengkap dengan packaging yang layak,” terangnya.
Menurut Gracia, tradisi memberikan hamper saat Imlek cukup diminati di Blitar. Meskipun hantarannya dibuat khusus perayaan agama tertentu, tapi ternyata peminatnya justru lintas agama.
“Antusiasme masyarakat Tionghoa di sini cukup tinggi. Selain itu, hamper ini juga diminati lintas agama, seperti saat Natal kemarin, banyak teman muslim yang memesan untuk teman atau saudara Kristiani. Begitu juga untuk Imlek, banyak muslim yang memesan hamper untuk diberikan kepada teman Tionghoa,” akunya.
Dia mengaku promosi hamper Imlek ini dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp.
Meski masih beberapa minggu menuju Imlek, Gracia mengungkapkan bahwa sudah ada sekitar 70 pesanan hamper yang diterima, termasuk dari luar kota seperti Surabaya.
“Harapan saya, tradisi hamper ini tetap ada di Blitar. Dengan adanya event seperti ini, penjual makanan seperti saya dan lainnya bisa terus menyediakan hamper untuk masyarakat Tionghoa,” tutup Gracia. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah