Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Puluhan Insiden Kebarakan Terjadi di Kabupaten Blitar, Paling Banyak Karena Faktor Ini

Fajar Ali Wardana • Kamis, 23 Januari 2025 | 20:30 WIB
BERJUANG: Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Blitar berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah rumah beberapa waktu lalu.
BERJUANG: Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Blitar berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah rumah beberapa waktu lalu.

 

 

BLITAR – Selama 2024 tercatat ada 42 kali kejadian kebakaran di Kabupaten Blitar. Jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pada awal tahun ini sudah dua kali si jago merah mengamuk rumah. Penyebab yang mendominasi masih sama yakni human error.

Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo mengatakan, tingginya kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya gejolak api di rumah sudah meningkat. Terbukti terjadi penurunan kejadian kebakaran pada 2024 yakni 42 kejadian, sedangkan pada 2023 lalu ada 76 kejadian.

“Tahun 2024, kejadian kebakaran terbesar berada di Kecamatan Udanawu dengan kerugian Rp 1,1 miliar. Dari keterangan keluarga, saat itu korban merasa depresi,” ujar Teddy, kemarin (22/1).

Dia melanjutkan, penurunan kejadian kebakaran ini dipengaruhi pelaksanakan edukasi cegah dini kebakaran mulai dari anak usia dini, sampai ke warga-warga, sekolah, dan kantor pemerintahan. Disinggung terkait kendala untuk memadamkan api di wilayah Blitar, terlihat ketika musim kemarau, karena kesulitan untuk pengairan.

Apalagi, akses pengambilan jauh dan banyak sungai yang kering. Maka dari itu, perlu komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa untuk titik air yang bisa diakses.

Nantinya, warga yang mempunyai sumur bor di lahan persawahan atau perkebunan untuk dapat diizinkan diambil oleh petugas.

Syukurnya, Teddy memiliki solusi untuk mengatasi kendala itu. Petugas damkar bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar untuk menyuplai air. Selain itu, pihaknya telah menerima tambahan dua armada damkar untuk melayani masyarakat.

“Mulai 26 November 2024, kami sudah buka pos pembantu damkar di wilayah timur dan wilayah barat. Wilayah timur di Kecamatan Wlingi, yang wilayah barat di Kecamatan Srengat. Nantinya, kami mengusulkan untuk Pos Sutojayan dan Kademangan,” ungkapnya.

Sementara itu,  kejadian kebakaran menimpa rumah milik Marwiatin, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum. Peristiwa nahas ini langsung menghebohkan warga sekitar usai korban berteriak meminta tolong. Pada peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.45 WIB ini dipastikan tidak ada korban jiwa.

Diduga, api berasal dari lampu teplok yang digunakan sebagai penerang, yang merambat ke bagian dari rumah dan menghanguskannya. Api membakar seluruh bagian rumah semipermanen ini sehingga kerugiannya mencapai Rp 10 juta. Api berhasil dipadamkan 60 menit kemudian dengan mengerahkan dua armada mobil damkar.

“Kemungkinan besar api berasal dari lampu teplok yang memakai minyak tanah, yang kemudian merembet ke bagian lain di rumah. Bangunan rumah sebagian besar terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

 

Editor : M. Subchan Abdullah