BLITAR - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Blitar menggelar konferensi pers mengenai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Blitar dan Tulungagung. Tema yang diangkat dalam acara ini adalah APBN 2024 Kerja Keras untuk Kemajuan Bangsa.
Konferensi pers dihadiri oleh satuan kerja (satker) mitra KPPN Blitar, serta para pegawai dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala KPPN Blitar, Arinto Sujatmono, menyampaikan bahwa APBN merupakan wujud nyata dari kerja keras seluruh elemen bangsa untuk kemajuan negara. "Melalui pengelolaan anggaran yang bijak dan tepat sasaran, kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," ujarnya, Rabu (22/1/2025).
Arinto melanjutkan, APBN 2024 telah menunjukkan kinerja yang baik dalam mendukung perekonomian Indonesia untuk terus maju dan berdaya tahan. Pendapatan negara tetap tumbuh, sementara belanja negara dioptimalkan untuk melindungi masyarakat dan mendukung sektor prioritas. "Kinerja APBN 2024 yang terjaga kuat dan sehat menjadi modal positif untuk mengawali tahun 2025," tambahnya.
Pada akhir tahun 2024, kinerja APBN di wilayah Blitar menunjukkan capaian yang positif, mencerminkan pengelolaan keuangan negara yang semakin baik serta dukungan aktif dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. APBN telah berperan optimal sebagai "shock absorber", menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung transformasi ekonomi yang berkelanjutan.
Kinerja Pendapatan
Hingga 31 Desember 2024, realisasi pendapatan negara di wilayah Blitar dan Tulungagung mencapai Rp2,83 triliun, meningkat sebesar Rp679,48 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023, yang tercatat sebesar Rp2,15 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2,49 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp341,33 miliar.
Penerimaan perpajakan terdiri dari pajak dalam negeri sebesar Rp2,44 triliun dan pajak perdagangan internasional sebesar Rp52,57 miliar. Sementara itu, PNBP terdiri dari PNBP lainnya sebesar Rp147,74 miliar dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp193,58 miliar.
Kinerja Belanja
Realisasi belanja negara hingga 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp6,1 triliun atau 96,86 persen dari pagu belanja, yang meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 yang sebesar Rp5,66 triliun. Realisasi tersebut mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp1,47 triliun atau 92,92 persen dari alokasi anggaran, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp4,63 triliun atau 98,18 persen dari pagu anggaran.
Realisasi belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp709,32 miliar, belanja barang sebesar Rp572,46 miliar, belanja modal sebesar Rp166,28 miliar, serta belanja bantuan sosial sebesar Rp24,23 miliar.
Sementara itu, realisasi TKDD meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana transfer khusus, dana desa, dan dana insentif fiskal, yang seluruhnya tercatat mencapai lebih dari 94 persen dari alokasi anggaran.
"Fungsi APBN sebagai shock absorber dan instrumen mendukung transformasi ekonomi serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat akan terus dioptimalkan," terang Arinto.
Konferensi pers ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara di tingkat daerah, yang menunjukkan kontribusi besar KPPN Blitar dalam mewujudkan tujuan nasional dan kesejahteraan masyarakat. (nan/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah