BLITAR- Di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, usaha pembuatan arang dari batok kelapa telah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.
Seorang pengusaha setempat, Samsun menjelaskan, proses dan tantangan yang dihadapinya dalam menjalankan usaha ini di Kabupaten Blitar hingga tetap bisa bertahan.
Usaha produksi arang ini sudah berjalan sekitar 25 tahun dan turun temurun hingga sekarang sudah digenerasi ke-4. Bahan baku batok kelapa sendiri diperoleh dari pasar di Kabupaten Blitar.
Samsun menjelaskan bahwa pembuatan arang dimulai dengan memasukkan batok kelapa ke dalam lubang yang telah disiapkan. "Batok kelapa dimasukan ke lubang besar, setelah itu, kami menyalakan api dan menutupnya dengan seng," ujarnya.
Proses ini berlangsung selama satu minggu pada musim hujan dan lima hari saat musim kemarau, dengan kondisi api tetap menyala hingga menghasilkan asap berwarna hijau.
Produksi biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari ketika bahan sudah matang.
Arang yang dihasilkan telah memiliki pasar yang jelas. Samsun menyebutkan bahwa pembeli datang langsung untuk mengambil produk dari lokasi.
“Sudah ada yang ngambil, mulai dari Jawa Tengah, Surabaya, sampai Jakarta,” ujarnya.
Dengan harga jual stabil mengikuti pasaran, yaitu Rp8.500 per kilogram, produksi arang mencapai 1-2 ton per hari atau sekitar 12 ton per minggu tergantung cuaca.
Dengan kapasitas produksi tersebut, Samsun mampu meraih omzet hingga Rp 48-50 juta per bulan. “Kendala utama ya perputaran dananya kurang,” katanya.
Dengan permintaan yang stabil dan pasar yang luas, usaha ini masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Samsun berharap ke depannya agar usaha ini bisa berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah