BLITAR - Wisata sejarah di Kabupaten Blitar menjadi salah satu destinasi yang harus dikunjungi karena memiliki banyak sekali nilai pembelajaran di dalamnya.
Salah satunya, Situs Candi Pertapan yang ada di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Situs Candi Pertapan merupakan cagar budaya yang dilindungi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Xl yang berada di Puncak Gunung Pegat Kabupaten Blitar. Namun, wisata sejarah ini tampak sepi pengunjung.
Menurut juru pelihara candi, Aji Nuswantara, diperkirakan hanya sekitar 50 orang setiap bulannya yang mengunjungi Situs Candi Pertaapan.
“Biasanya cuma numpang foto dan pernah ada yang mencari tahu soal sejarah candi ini, tapi tidak banyak,” ujar Aji, sapaan akrabnya.
Dia mengatakan, Situs Candi Pertapan masih satu tempat dengan Wisata Bukit Pertapan yang dikelola oleh desa setempat.
Namun, para pengunjung jarang ada yang sampai ke puncak. “Entah mungkin karena fasilitas atau akses, mereka tidak pernah sampai ke puncak, hanya di spot wisata yang ada di bawah,” katanya.
Memang akses menuju ke Situs Candi Pertapan masih sulit dilalui, ditambah dengan musim penghujan, jalanan menuju ke puncak menjadi licin dan berlumpur.
Padahal, pemandangan dari atas puncak tak kalah cantik dengan spot yang ada di bawah. Dia memaklumi kondisi tersebut, ditambah dengan tidak adanya fasilitas di sekitar candi.
Bahkan, ada beberapa warga asli dari daerah yang tidak jauh dari Gunung Pegat, yang tidak mengetahui adanya situs candi yang ada di puncak gunung itu. “Ada orang berkunjung ke sini heran, baru tahu kalau ada candi di Srengat,” pungkasnya.
Dia berharap situs bersejarah seperti Candi Pertapan bisa menjadi salah satu destinasi yang bisa dikunjungi wisatawan.
Karena, candi merupakan salah satu situs yang memiliki banyak sekali nilai pembelajaran. Baik tentang sejarah candi ataupun sejarah suatu desa. (mg3/c1/ynu)
Editor : Didin Cahya Firmansyah