BLITAR- Jenazah Uswatun Khasanah, 29, korban mutilasi yang jasadnya ditemukan dalam koper di Kabupaten Ngawi tiba di rumah orang tuanya di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (24/1) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban mutilasi ini ternyata nikah 3 kali, hubungan asmara yang terakhir menjadi misteri.
Camat Garum Arinal Huda mengatakan usai jenazah korban mutilasi tiba di rumah duka, langsung disemayamkan untuk disalatkan di rumah duka.
Sekitar pukul 20.00 WIB langsung dibawa ke pemakaman di TPU Desa Sidodadi yang lokasinya tidak jauh dari rumah duka.
Puluhan warga juga terlihat hadir melayat di rumah duka. Beberapa warga ikut mengangkat peti jenazah korban di rumah duka.
Peti jenazah korban dinaikkan mobil pikap untuk dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU).
“Jenazah tiba di rumah duka dengan mobil ambulance dan dalam kondisi sudah disucikan dan dimasukan dalam peti. Pihak keluarga juga dilarang untuk membuka peti,” ujar Arinal.
Arinal mengatakan tidak begitu kenal dan belum pernah bertemu dengan mendiang korban. Dia hanya mendapat cerita dari keluarga, kalau korban tinggal bersama neneknya di Desa Bence, Kecamatan Garum.
Korban mutilasi ini tinggal bersama neneknya. Namun, untuk pemakaman dan sebagainya dilakukan di rumah ibu kandung di Desa Sidodadi.
Dia mendapat informasi korban kerja di luar kota, namun tidak tahu pekerjaanya. Tiap seminggu sekali korban pulang ke Blitar.
“Alhamdulillah, penjemputan jenazah dari Ngawi ke Blitar sekitar 3 jam berjalan lancar tidak ada kendala. Dengan musibah ini, saya kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap warga yang tidak dikenal,” ungkapnya.(jar)