BLITAR- Kondisi arus lalu lintas saat libur panjang terlihat ramai padat. Termasuk di simpang empat Kalipucung, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Senin (27/1).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah kendaraan mengular panjang sekitar 200 meter untuk menunggu giliran melintas masuk dan keluar jalur nasional di Kabupaten Blitar tersebut.
Arus lalu lintas yang menghubungkan jalur Tulungagung-Kediri-Blitar ini lebih padat dari hari biasanya. Tak Terlihat kepadatan kendaraan.
Dari arah Tugu Rante, Kecamatan Ponggok dan Srengat, Kabupaten Blitar atau arah ke utara dan sebaliknya dari arah Jalan Tanjung, Kota Blitar, sama-sama ramai.
Kondisi hujan rintik-rintik menambah daftar panjang antrean kendaraan. Lantaran para pengendara motor maupun pengemudi mobil memilih laju pelan. Dimungkinkan aspal ketika kena hujan menjadi licin.
"Hari ini (kemarin, Red) lebih padat untuk jumlah kendaraan. Terutama pada sore hari," kata salah satu pengendara motor, Cahyo F.
Dia mengaku, jika ketika hari biasa simpang empat Kalipucung ini tidak padat. Namun saat weekend dan libur nasional terlihat berbeda.
Dia yang berlibur ke Kota Blitar juga merasakan di sejumlah titik mengalami kondisi serupa. Termasuk di Stadion Soeprijadi. "Banyak kendaraan dari luar daerah," kata warga Tulungagung ini.
Dimungkinkan, lanjut dia, momen liburan ini yang bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj dimanfaatkan dengan liburan sendiri atau bersama keluarga.
Di Kota dan Kabupaten Blitar ini masih banyak pilihan wisata gratis untuk mengisi waktu luang. Misal Taman Kebonrojo dengan koleksi tanaman dan hewan. Jadi cocok untuk anak-anak.
Dia memperkirakan pada liburan minggu depan akan lebih panjang. Yakni perayaan Imlek sekaligus untuk weekend. Karena dimungkinkan cuaca lebih mendukung.
Bagaimana dengan kuliner di Blitar ? Dia menyatakan masih belum begitu hafal. Hanya titik tertentu, semisal pecel Mbok Bari atau soto Bok Ireng.
"Jika cuaca mendukung tidak gerimis atau hujan, maka kondisi arus lalu lintas akan lebih padat dan laju kendaraan akan merayap," tandasnya.
Dia menambahkan, kepadatan kendaraan bisa dibilang ada aktivitas ekonomi di sekitar. Maka wajar saat jalan-jalan utama kini sudah banyak berdiri warung atau toko untuk menjaring pembeli. (mg4/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah