Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Puluhan Siswa di Kota Blitar Minta Nikah Dini karena Hamil Dulu, Kemenag Buka Suara dan Beri Imbauan

Muhamad Ilham Baha’udin • Rabu, 29 Januari 2025 | 18:30 WIB
HIDUP BARU: Warga menunjukkan  buku nikahnya. Puluhan remaja  di Kota Blitar mengajukan  dispensasi nikah tahun ini.
HIDUP BARU: Warga menunjukkan buku nikahnya. Puluhan remaja di Kota Blitar mengajukan dispensasi nikah tahun ini.

BLITAR– Kurangnya pengawasan serta pergaulan yang belum waktunya, terutama dengan lawan jenis dan butuh perhatian, menjadi perhatian bagi para orang tua dan pihak sekolah di Kota Blitar.

Buktinya, pada 2024 lalu terdapat 22 remaja di Kota Blitar terpaksa mengajukan dispensasi untuk menikah dini.

Data tersebut dihimpun dari tiga kantor urusan agama (KUA) di wilayah Kota.

Mayoritas alasan pengajuan dispensasi ini adalah karena faktor marriage by accident (MBA) atau terjadi kehamilan di luar nikah. 

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam (Binmais) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar, Purnomo, membenarkan hal tersebut.

Berdasarkan data permintaan dispensasi nikah ada total 8 remaja laki-laki dan 14 remaja perempuan.

Para remaja di Kota Blitar yang umumnya masih berusia sekolah ini dipaksa oleh keadaan untuk menjalani pernikahan dini.

Tentu tujuannya demi menutupi aib dan mempertanggungjawabkan kehamilan teman sebayanya. 

“Sebagian besar kasus ini terjadi karena hamil duluan. Ini sangat disayangkan karena masa depan mereka, terutama yang masih di usia sekolah,” katanya.

Mereka (pelajar nikah dini) terpaksa terhalang karena harus mengurus rumah tangga. “Data ini adalah tahun lalu,” ungkapnya kepada Radar Blitar, Rabu (28/1). 

Dia menegaskan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam mencegah pergaulan bebas yang berisiko pada anak remaja.

Orang tua diharapkan dapat aktif memantau aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka.

Selain itu, pendekatan yang ramah, seperti menjadi teman bagi anak, dinilai efektif agar anak merasa nyaman berbagi terkait berbagai masalah yang dihadapi kepada orang tua. 

“Iya, orang tua harus sebisa mungkin dekat dengan anak. Ketika terjadi kasus seperti ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, dampaknya MBA ini tidak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga keluarga secara keseluruhan. (ham) 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pernikahan dini #kemenag #Kota Blitar