Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Wisata Situs Balekambang di Kabupaten Blitar Tetap Sepi Pengunjung, Padahal Peninggalan Kerajaan Majapahit dan Pernah Dikunjungi Warga Italia

Muhammad Ato'illah Asyathori • Kamis, 30 Januari 2025 | 02:09 WIB
TERAWAT: Barisan umpak Situs Balekambang yang ada di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
TERAWAT: Barisan umpak Situs Balekambang yang ada di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

BLITAR– Wisata Situs Balekambang di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar masih sepi atau belum banyak dilirik pengunjung sejak awal dibuka pada 2012 lalu.

Padahal, Wisata Situs Balekambang  yang berada pada lahan 20x80 meter persegi yang merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Majapahit di Kabupaten Blitar dan memiliki kisah perjalanan yang unik dan menarik.

Lokasi Wisata Situs Balekambang berdekatan dengan wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Blitar, yakni Kompleks Candi Penataran dan Perkebunan Karangayar.

Dalam sebulan, Wisata Situs Balekambang hanya didatangi sekitar 50-an pengunjung.

“Kunjungan Wisata Situs Balekambang di Kabupaten Blitar Itu masih jauh di bawah standar tempat wisata bersejarah lainnya,” ujar Juru Pelihara Situs Balekambang, Ari Widodo.

Hal ini, berbeda jauh dengan Kompleks Candi Penataran yang tak jauh dari lokasi Situs Balekambang, yang bahkan bisa menyentuh 5.000 pengunjung setiap bulannya.

Ari menjelaskan, kurangnya pengunjung juga berdampak pada sulitnya menaikkan level tempat wisata itu ke tahap yang lebih tinggi lagi.

Pasalnya, untuk bisa mendapatkan kenaikan level yang lebih tinggi lagi, diperlukan antusias pengunjung serta fasilitas penunjang lainnya.

Selain itu, Ari menambahkan, alasan tempat yang didirikan pada 1272 Saka atau 1350 Masehi ini masih sepi, karena akses menuju lokasi sulit dijangkau.

Ditambah dengan lokasi Wisata Situs Balekambang yang tersembunyi. “Jalannya saja kecil gini dan berpasir, mobil masuk saja tidak bisa,” ungkapnya.

Tak hanya akses jalan, kurangnya fasilitas juga menjadi masalah lainnya. Seperti pos jaga permanen, toilet, hingga penerangan. Jupel itu mengaku, berbagai upaya sudah dikerahkan untuk mempromosikan situs peninggalan Kerajaan Majapahit ini. Mulai dari promosi media sosial hingga mempersilakan awak media meliput.

Dia mengatakan, ada beragam pengunjung yang datang ke Wisata Situs Balekambang, seperti pelajar, wisatawan untuk berekreasi, hingga spiritualis.

“Ada juga pengunjung yang masih melestarikan adat terdahulu, seperti ketika punya hajat nikah atau apapun itu, biasanya genduri atau sesaji gitu,” terangnya

 Selain warga lokal, Situs Balekambang pernah kedatangan wisatawan dari luar negeri, seperti dari Italia.

Mereka rata-rata adalah kalangan mahasiswa dan peneliti yang melakukan studi dan penelitian. (mg3/ynu)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar #wisata situs balekambang #kerajaan majapahit