Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Melihat Aktivitas Pegat Academy Miliki Base Camp di Gunung Pegat Blitar, Perkumpulan Pencinta Trail Running Terdiri dari Lintas Usia

Muhammad Ato'illah Asyathori • Kamis, 30 Januari 2025 | 13:00 WIB

 

AJANG KUMPUL: Anggota Pegat Academy foto bersama di puncak Gunung Pegat Blitar.
AJANG KUMPUL: Anggota Pegat Academy foto bersama di puncak Gunung Pegat Blitar.

 

Pegat Academy adalah perkumpulan yang memanfaatkan jalur pendakian Gunung Pegat Blitar sebagai trek dalam olah raga trail running.

Cabang dari Blitar Runners ini bukan hanya sekadar perkumpulan untuk menyalurkan hobi olah raga lari, melainkan juga mengasah kemampuan dan mencetak atlet berbakat yang siap berkompetisi.

MUHAMMAD ATO’ILLAH ASYATHORI, Ponggok, Radar Blitar

Suasana sejuk menyelimuti lereng Gunung Pegat Blitar ramai dengan wisatawan yang siap mendaki.

Masyarakat sering kali memanfaatkan Gunung Pegat Blitar sebagai spot wisata karena pemandangannya yang indah.

Namun tidak dengan perkumpulan anak-anak muda pencinta trail running yaitu Pegat Academy di Blitar. Komunitas ini memang selalu memanfaatkan jalur pendakian di lereng gunung yang terletak di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ini sebagai lintasannya.  

Pegat Academy adalah perkumpulan bagi para pencinta lari lintas alam. Selain sebagai rute berlatih, Gunung Pegat Blitar juga menjadi base camp utama.

Perkumpulan ini merupakan cabang dari komunitas Patria Run yang berada di Kota Blitar, yang dibentuk untuk mewadahi para pencinta trail running yang berada di area Blitar Barat.

Komunitas ini mengandalkan trek gunung sebagai lintasan untuk berlari. “Kenapa Pegat Academy, karena lokasi kita di Gunung Pegat,” ujar koordinator Pegat Academy, Mustafid.

Dia menuturkan, Pegat Academy dibentuk untuk memberikan akses buat pencinta olahraga trail running yang tinggal di wilayah Blitar bagian barat.

“Komunitas ini dibentuk agar teman-teman yang berasal dari Blitar Barat tidak terlalu jauh,” ujarnya, saat bersantai melepas penat.

Menurut Mustafid, Gunung Pegat dipilih karena trek atau jalur pendakiannya sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai lintasan trail running, selain sebagai tempat wisata mendaki gunung.

Dalam olahraga trail running dibutuhkan kekuatan dasar berlari. Jika sudah mengusai kekuatan dasar itu barulah menuju ke trek trail, ditambah teknik uphill dan downhill-nya.

“Kekuatan dasar itu harus dikuasai dulu, kalau sudah terbiasa baru ditambah tekniknya,” terang pria asal Srengat, Blitar, itu.

Pegat Academy memiliki anggota 70 orang yang berasal dari berbagai daerah di Blitar Barat, juga dari lintas usia mulai dari pelajar maupun umum. Waktu latihan fleksibel karena kesibukan masing-masing anggota.

“Kalau yang pelajar pagi sekolah, tapi teman-teman lain yang sudah lulus maupun yang sudah bekerja memilih jam pagi untuk latihan,” ungkapnya.

Tak hanya ajang untuk meluapkan hobi, Pegat Academy sering mengadakan event untuk mengasah kemampuan setiap anggotanya.

Seperti yang akan diadakan pada Februari mendatang, perkumpulan ini akan mengadakan ujian kompetensi. “Itu diperuntukkan bagi anggota untuk menguji seberapa kemampuan member kita,” terangnya.

Terbukti, perkumpulan Pegat Academy pernah mengirimkan beberapa anggotanya ke perlombaan nasional. Sebelumnya, dua anggota mengikuti ajang PON di kelas lari trail

Tak hanya itu, bahkan anggota perkumpulan ini sempat menorehkan juara dalam event yang digelar di Bali beberapa bulan lalu. (*/c1/ady)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar #Pegat Academy #gunung pegat