BLITAR- Mayoritas pantai di kawasan jalur lintas selatan (JLS) Kabupaten Blitar masih mengalami kesulitan dalam mengakses jaringan internet.
Hanya dua pantai di JLS Kabupaten Blitar yang bisa membuka akses jaringan internet. Padahal, banyak pelaku usaha yang mengandalkan koneksi internet untuk berbagai keperluan, termasuk komunikasi dan bisnis.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Blitar, Herman Widodo mengatakan, hingga saat ini belum semua wilayah di Kabupaten Blitar terjangkau jaringan internet yang memadai.
Salah satu wilayah yang masih menghadapi kendala dalam koneksi internet adalah kawasan JLS, beserta pantai-pantai yang ada di sekitarnya. “Saat ini di kawasan JLS dan sejumlah pantai di sekitarnya rata-rata masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan sinyal. Hanya ada dua pantai yang sudah bisa menikmati akses internet dengan cukup baik, yaitu Pantai Tambakrejo dan Pantai Serang,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan, pantai-pantai lain masih dalam kondisi yang kurang mendukung, bahkan beberapa di antaranya sering kali tidak memiliki sinyal sama sekali.
Wisatawan yang ingin tetap terhubung dengan internet saat berkunjung ke pantai-pantai harus membeli layanan wifi yang disediakan oleh beberapa warung di sekitar wisata alam tersebut.
Hal itu menjadi solusi sementara bagi pengunjung yang membutuhkan akses internet untuk berbagai keperluan. “Termasuk berbagi momen perjalanan di media sosial atau berkomunikasi dengan keluarga,” jelas Herman.
Herman menyebut telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mendapatkan dukungan dalam penguatan sinyal di wilayah yang masih mengalami blank spot.
Harapannya, dengan adanya bantuan ini, akses internet di kawasan JLS dapat semakin baik. “Pemerintah daerah juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas jaringan internet dengan melakukan peningkatan kualitas jaringan yang berasal dari tower base transceiver station (BTS) terdekat,” ungkapnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemkab Blitar bekerja sama dengan penyedia layanan internet atau provider yang memiliki dan mengelola tower BTS di sekitar wilayah yang mengalami gangguan sinyal.
Selain itu, Herman juga menjelaskan, beberapa wilayah yang sebelumnya termasuk dalam kategori blank spot kini sudah mengalami peningkatan kualitas jaringan. Beberapa desa yang kini telah mendapatkan penguatan sinyal antara lain Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo; Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan; serta Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi.
“Beberapa desa lainnya yang sebelumnya juga mengalami kesulitan akses internet, kini mulai merasakan peningkatan layanan berkat kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pihak terkait,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Didin Cahya Firmansyah