Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PMK Lebih Agresif dengan Gejala Baru Jumlah Sapi Terjangkit Tambah

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 30 Januari 2025 | 20:00 WIB

 

 

HARUS DICEGAH: PMK di Kota Blitar tampaknya kian hari semakin meradang. Data terakhir tercatat ada 39 kasus positif dengan 5 ekor sapi yang mati.
HARUS DICEGAH: PMK di Kota Blitar tampaknya kian hari semakin meradang. Data terakhir tercatat ada 39 kasus positif dengan 5 ekor sapi yang mati.

BLITAR– Penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Blitar tampaknya kian hari semakin meradang. Data terakhir tercatat ada 39 kasus positif dengan 5 ekor sapi yang mati karena diduga terlambat penanganan.  

Meskipun persentase jumlah kasus dengan jumlah populasi sapi di Kota Blitar mencapai 3 ribuan ekor, tapi tentu penyebaran penyakit patut dikhawatirkan.

Di Kota Blitar penyakit yang diakibatkan oleh virus ini menunjukkan gejala semakin agresif serta memunculkan gejala baru yang membuat tingkat kematian lebih cepat.

Dengan begitu, proses penanganan juga lebih sulit daripada serangan PMK di Kota Blitar pada tahun-tahun sebelumnya.

“Hingga saat ini, kami mencatat 39 kasus positif PMK dengan 5 ekor sapi dilaporkan mati. Dan virusnya semakin agresif, ditambah dengan munculnya gelaja baru,” Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh.

Berdasarkan data DKPP, saat ini jumlah ternak sapi di Kota Blitar mencapai sekitar 3.700 ekor, sedangkan populasi kambing sekitar 5.000 ekor. Seluruh ternak tersebut sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi mulai dari tahap pertama hingga booster.

“Tapi, vaksinasi booster ini perlu dilakukan setiap 6 bulan untuk menjaga imunitas ternak. Di Kota Blitar pada akhir Januari ini, kami akan menerima tambahan vaksin dari pemerintah provinsi, tapi untuk jumlahnya belum bisa dipastikan lebih detail,” bebernya.

Meski belum ada surat edaran status wabah dari pemerintah pusat, DKPP Kota Blitar tetap memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak, terutama di Pasar Dimoro.

Pemeriksaan kesehatan ternak serta penyemprotan disinfektan terus dilakukan secara masif untuk mencegah penyebaran PMK di Kota Blitar.

Baca Juga: Manfaatkan Wabah PMK, Peternak di Blitar Diminta Waspada Oknum Beli Sapi dengan Harga Murah

“Iya, kita belum bisa menutup pasar karena surat edaran status wabah belum turun. Sehingga, yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengawasi dengan ketat lalu lintas hewan ternak yang keluar masuk area Pasa Dimoro,” tandasnya. (ham/c1/ady)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#vaksin booster #pmk #Kota Blitar