Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemuda Blitar yang Tinggal di Perbatasan Blitar-Malang Ini Sukses Jadi Dalang Muda Terbaik Tingkat Jatim, Begini Kisahnya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Jumat, 31 Januari 2025 | 17:00 WIB
UKIR PRESTASI: Samtidhar Dwi Saputra, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, ketika persiapan pentas di pergelaran wayang beberapa waktu lalu.
UKIR PRESTASI: Samtidhar Dwi Saputra, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, ketika persiapan pentas di pergelaran wayang beberapa waktu lalu.

 

 

BLITAR - Samtidhar Dwi Saputra, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, bisa membuktikan diri bahwa anak perbatasan tidak kalah bersaing. Terbukti, dia bisa menyabet 5 besar penyaji terbaik dalam Festival Dalang Muda (FDM) Jawa Timur 2024.

Meskipun tinggal di wilayah perbatasan Kabupaten Blitar–Malang, tepatnya di Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, tapi tidak mematahkan semangat Samtidhar Dwi Saputra untuk menunjukkan prestasi melalui wayang. Bahkan, dia baru saja mendapatkan prestasi dengan masuk dalam 5 penyaji terbaik pada Festival Dalang Muda Jawa Timur 2024.

Samtidhar, sapaan akrabnya, harus bersaing dengan dalang muda dari 16 daerah lain di Jawa Timur. Hal itu menjadi motivasinya untuk menunjukkan penampilan yang terbaik. Apalagi, ajang ini merupakan yang pertama diikutinya dan langsung menjadi wakil Kabupaten Blitar di tingkat provinsi.

“Saya dikabari adanya lomba Festival Dalang Muda ini seminggu sebelumnya. Jadi memang cukup mepet untuk latihan persiapan pentas. Dua hari nulis naskah dibantu dalang senior Bambang Tri Bawono dan lima hari latihan,” ujar Samtidhar.

Dengan memanfaatkan waktu yang tersisa, Samtidhar memilih lakon Bima Bungkus untuk dibawakan dalam pentasnya di ajang Festival Dalang Muda pada 11 Desember 2024.  Cerita yang dibawakan memang tidak banyak orang tahu, yakni tentang tokoh Bima yang berusaha keluar dari bungkusan atau ketuban tempatnya lahir, tapi tidak bisa dipecah oleh barang tajam apa pun. Akhirnya, Bima memecah bungkusnya sendiri setelah disakiti oleh Gajah Sena. Mereka berdua akhirnya bertarung hingga Gajah Sena mati dan bersatu dengan Bima.

Pemuda 24 tahun ini menyebut ada beberapa aspek yang menjadi penialaian juri hingga membuatnya masuk 5 besar penyaji terbaik. Di antaranya, sabet, catur atau percakapan wayang, ontowencono, sanggit (alur cerita, Red), iringan, dan penyajian keseluruhan saat membawakan cerita.

Samtidhar mengeluarkan kemampuan dalangnya ketika pentas di Gedung Kesenian Cak Durasim tersebut hingga membuat juri dan penonton yang melihat terpukau. Pelafalan atau pengucapan selama mendalang menjadi perhatian dalam penilaian juri.

“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Ketika ditawari, langsung saya ambil. Karena ikut festival dalang menjadi cita-cita saya sejak kecil. Maka dari itu, ini menjadi cita-cita saya yang alhamdulilah bisa terwujud.  Padahal, saya anak pojokan Blitar,” ungkapnya.

Kemampuan Samtidhar itu ternyata memang dipupuk sejak anak-anak. Dia sudah dikenalkan dengan dunia pewayangan sejak sebelum sekolah. Namun, dia baru bisa belajar dan fokus belajar tentang wayang ketika duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) kelas 10 yakni pada akhir 2015.

Tentu ada alasan utama Samtidhar menggemari wayang. Yakni karena atas dasar cinta. Dia sudah merasa senang dengan kesenian tradisional ini dan sudah mendarah daging di dalam jiwanya. Maka dari itu, dia bisa memberikan penampilan yang menghibur dalam Festival Dalang Muda.

Samtidhar menceritakan bahwa kesibukannya tidak hanya menjadi dalang. Dia ternyata juga menjadi guru honorer bahasa Jawa di SMPN 1 Selorejo. Maka dari itu, ilmu-ilmu pewayangannya masih bisa diamalkan pada muridnya.

“Saya sudah setahun menjadi guru. Namun, saya ingin menumbuhkan minat keterampilan kesenian tradisional di Blitar Timur, terutama menjadi dalang atau dunia wayang. Karena teman saya yang berkesenian banyak dari Wlingi, Sutojayan, dan Srengat,” pungkasnya. (*/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #jawa timur #festival dalang muda #perbatasan Blitar Malang #jatim #Kecamatan Selorejo #Samtidhar Dwi Saputra