BLITAR - Event tahunan Kebun Seni kembali digelar dengan tema yang menyentuh makna mendalam. Bertempat di GBF Art, Dusun Tambakrejo, Kledan Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Acara ini telah menjadi tradisi yang berjalan sejak 2015 dan menjadi ruang bagi masyarakat Blitar maupun luar daerah untuk berkumpul, bersinergi, dan berdoa bersama.
Karya-karya seniman Blitar lewat event Kebun Seni 2025 mengusung tema “WIT”, yang dalam bahasa Jawa berarti pohon. Istilah “WIT” juga merujuk pada makna kawitan, yakni permulaan atau asal-usul.
Dengan judul Kini Kulo Kelingan Kuno yang berarti “sekarang saya mengingat dulu”, acara kali ini mengangkat simbol pohon yang memiliki filosofi mendalam dalam berbagai literasi.
Pohon menjadi lambang kehidupan, pertumbuhan, dan harapan, yang sejalan dengan semangat Kebun Seni untuk tumbuh bersama dalam keberagaman seni.
Sebagai sebuah acara yang mengutamakan gotong royong, Kebun Seni tidak hanya menampilkan karya seni dari seniman berbagai usia, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam kolaborasi kreatif.
Tahun ini, acara ini diwarnai dengan berbagai penampilan menarik, mulai dari seni tari, musik, rupa, hingga drama. Beberapa penampil yang ikut memeriahkan acara antara lain Jagad Nata Shiharta, penari cilik asal Kecamatan Wlingi, Betet Kunamsinam, aktor dan sineas senior Blitar, serta penampilan dari Nikita Jibril Komunike, Pak Kepz, Javaloka, dan Bening Magani.
Selain itu, Kebun Seni juga mendapat dukungan luar biasa dari berbagai komunitas, seperti Markas Satwa, Baju Gratis Layak Pakai, Komunitas Aksara Pallawa, Karang Taruna setempat, dan Komunitas Kopi.
Kolaborasi antar komunitas ini menjadi amunisi kreatif dalam menyukseskan acara, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.
”Kami sangat berterima kasih kepada seluruh yang mendukung acara ini karena dengan adanya kebun seni seluruh pelaku seni khususnya Blitar Raya bisa bersilaturahmi dan juga menjadi ajang unjuk karya dengan berbagai macam bentukya sehingga tercipta ekosistem seni dengan baik kedepanya,” ungkap salah satu seniman Blitar, Yusep Alip Yugo Putro.
Melalui Kebun Seni, diharapkan semangat gotong royong dan silaturahmi yang terjalin antar seniman dan masyarakat dapat terus berkembang, seperti halnya pohon yang tumbuh kuat, memberikan manfaat, dan menjadi berkah bagi kehidupan, baik di masa kini maupun masa depan.
Kebun Seni 2025 kembali membuktikan bahwa seni tidak hanya menjadi sebuah karya, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar manusia dan menciptakan kreativitas yang bermanfaat bagi bersama.
"Harapan kami semoga Kebun Seni akan terus bertumbuh berkembang dan mengakar dengan kuat,” terang pria yang akrab disapa Pak Kepz ini. (nan/hai)
Editor : M. Subchan Abdullah