Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sosok Pemuda Blitar Ini Menjadi Kepala Desa Termuda, Seperti Apa Terobosan Programnya

Dynand Bayu Eka Respati • Senin, 3 Februari 2025 | 16:00 WIB
SEMANGAT: Kepala Desa Ngadirenggo, Rizky Rendyana Firmansyah.
SEMANGAT: Kepala Desa Ngadirenggo, Rizky Rendyana Firmansyah.

 

  

BLITAR - Sejak dilantik pada Desember 2019, Rizky Rendyana Firmansyah merupakan kepala desa termuda di Kabupaten Blitar. Dia berkomitmen untuk membawa perubahan signifikan bagi Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi.

Selama masa sekolah dan kuliah, Rizky sudah menunjukkan minat besar dalam organisasi dan berhubungan dengan banyak orang. Pengalaman berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Malang, membentuknya menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap masyarakat.

“Mimpi menjadi kepala desa memang tidak spesifik, namun saya merasa memiliki minat dan passion untuk berkontribusi, terutama setelah melihat banyaknya potensi yang belum tergali di desa,” ungkapnya.

Desa Ngadirenggo sendiri merupakan desa yang memiliki berbagai potensi besar. Desa dengan 12 dusun ini memiliki wilayah yang luas, mencakup kawasan hutan dan kebun yang dikelola oleh Perhutani dan beberapa perusahaan besar, seperti PT Greenfields Indonesia, Uni Dairy Farm 2, PT Dewi Sri Perkebunan Kopi Sengon.

Rizky melihat keberagaman potensi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan desa ini. “Desa ini memiliki potensi alam yang luar biasa, dari wisata alam hingga produk UMKM masyarakat. Selain itu, keberagaman agama dan budaya menjadi kekuatan tersendiri untuk membangun rasa persatuan di tengah perbedaan,” kata Rizky.

Namun, di balik potensi yang besar, Rizky juga menghadapi berbagai permasalahan kompleks yang membutuhkan pendekatan dan solusi kolaboratif dengan berbagai pihak terkait. Salah satunya adalah masalah pengelolaan sumber daya alam yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar di wilayah ini.

"Saya berkomunikasi dengan banyak pihak, baik perusahaan swasta, BUMN, maupun masyarakat, untuk memastikan setiap potensi desa dapat dikelola dengan baik untuk kesejahteraan bersama," jelasnya.

Selain tugasnya sebagai Kepala Desa Ngadirenggo, Rizky juga terlibat dalam kegiatan perusahaan keluarga yang bergerak di bidang rental heavy equipment atau alat berat dan konstruksi, yakni CV Santoso Foundation, yang berlokasi di Desa Ngadirenggo.

Perusahaan ini sudah lama beroperasi sebelum Rizky menjabat sebagai kepala desa. Namun, setelah pandemi Covid-19 lalu, dia semakin intens terlibat dalam kegiatan tersebut.

Selama enam tahun menjabat, Rizky telah banyak mengupayakan berbagai program untuk memperbaiki infrastruktur desa, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dia juga aktif dalam kegiatan organisasi lain, seperti MWCNU Kecamatan Wlingi, yang semakin mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Rizky Rendyana Firmansyah bertekad untuk terus memajukan Desa Ngadirenggo.

“Saya ingin desa ini tidak hanya berkembang dari segi fisik, tapi juga masyarakatnya. Ke depan, kami ingin lebih fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program-program yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Semangat kepemimpinan Rizky menjadi contoh bagi generasi muda di Blitar bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk memberi dampak positif bagi masyarakat.

Dengan tekad dan kerja keras, Desa Ngadirenggo berpotensi menjadi desa yang maju, makmur, dan harmonis. (nan/hai)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kecamatan Wlingi #hutan #Rizky Rendyana Firmansyah #Desa Ngadirenggo #Sosok #pemuda blitar