Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Goa Tumpuk di Blitar Miliki Bentuk Unik dan Tak Jarang Dipakai untuk Keperluan Spiritual, Pemerintah Desa Selokajang Buka Suara

Muhammad Ato'illah Asyathori • Senin, 3 Februari 2025 | 20:00 WIB

 

UNIK: Gua Tumpuk yang berada di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
UNIK: Gua Tumpuk yang berada di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

BLITAR- Goa Tumpuk menjadi salah satu destinasi wisata yang patut menjadi perhatian pemerintah kabupaten (pemkab) untuk mendongkrak wisatawan di Blitar.

Wisata alam ini memiliki bentuk yang unik, karena penamaan goa berasal dari posisinya bertumpuk. Namun, wisata alam ini masih memiliki banyak kekurangan dan perlu perhatian khusus dari Pemkab Blitar.

Gua Tumpuk terletak di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dikekola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa setempat. Sektor wisata yang seharusnya menjadi pemasukan bagi desa tersebut terbilang masih sepi dari pengunjung, dan masih perlu banyak perawatan.

Sekretaris Desa Selokajang, Wasis Riyanto mengatakan, Goa Tumpuk memiliki daya tariknya sendiri, karena dari posisi goa yang tidak biasa. Goa ini memiliki dua sisi, atas dan bawah, seperti saling bertumpuk.

Dari posisinya itulah sampai sekarang bernama Goa Tumpuk. Namun, keunikan posisi goa tersebut belum banyak yang tertarik untuk mengunjunginya. Sebab, banyak sekali fasilitas perlu dibenahi.

“Untuk fasilitas memang masih minim, dan pengunjung juga tidak banyak setiap bulannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, wisata yang berada sekitar 13 kilometer (km) dari Kota Bitar ini, belum pernah mendapatkan perhatian sama sekali dari Pemkab Blitar.

Pemerintah desa bahkan sudah pernah mengajukan surat ke Pemkab Blitar. Namun, hingga ini belum membuahkan hasil.

Untuk sementara ini, pembenahan dan pembangunan di lokasi goa masih berasal dari dana pokdarwis sendiri.

“Sudah pernah mengajukan ke pemkab, namun belum ada tanggapan hingga kini,” ungkap Wasis.

Hingga saat ini, para anggota pokdarwis yang merawat wisata alam tersebut. Mulai dari pembersihan dan pembangunan tugu yang berada di pintu masuk wisata.

“Memang masih dari kami, baik perawatan atau pembangunannya, tapi dengan anggaran seadanya,” katanya.

 Baca Juga: Manfaatkan Sumber Daya Alam Sekitar, Warga Blitar ini Bangun Wisata Edukasi Dunia Gerabah

Hal ini, tentu sangat disayangkan, padahal potensi wisata alam yang ada di Desa Selokajang, seharusnya bisa menjadi salah satu wisata alam yang ada di Kabupaten Blitar dan bisa dinikmati masyarakat.

Namun, kondisinya belum bisa memuaskan pengunjung, karena keterbatasan anggaran. Meski begitu, Goa Tumpuk pada hari libur masih dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah dan tidak ada biaya masuk.

Tak hanya itu, masyarakat setempat juga masih menggunakannya kawasan Goa Tumpuk untuk berbagai keperluan spiritual. Harapannya, pemerintah daerah bisa membantu mengembangkan wisata Goa Tumpuk, hingga mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). (mg3/ynu)

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar #wisata alam #goa tumpuk