BLITAR - Angkutan gratis untuk pelajar Kabupaten Blitar bakal segera beroperasi lagi. Sesuai rencana, bus dioperasikan pada Februari ini, akan tetapi masih menunggu pengadaan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar (M) untuk biaya operasionalnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Agus Santosa mengatakan, anggaran sekitar Rp 1,8 M untuk sewa dan operasional 8 bus medium dari pihak ketiga. Dana tersebut juga digunakan operasional 4 mini bus milik Pemkab Blitar.
“Alokasi anggaran ini bersumber dari APBD 2025. Ditargetkan angkutan gratis pelajar bisa kembali aktif beroperasi Februari, karena menunggu kesiapan anggaran,” ujar Agus, Selasa (4/2/2025).
Dia melanjutkan, total ada 12 armada yang akan kembali beroperasi untuk mendukung program ini. Namun sementara ini angkutan pelajar gratis ini masih belum beroperasi karena menunggu proses penganggaran.
Apalagi beberapa waktu lalu masih ada kabar penundaan pengadaan barang dan jasa. Diperkirakan angkutan pelajar gratis ini kembali bisa beroperasi pertengahan Februari nanti.
Bus sekolah saat ini beroperasi di 8 trayek. Antara lain di wilayah Kanigoro, Srengat, Wonodadi, Nglegok dan Wlingi yang diberikan secara gratis untuk pelajar Kabupaten Blitar.
Memang masih ada beberapa kecamatan belum tertangani. Lantaran jumlah armada angkutan gratis untuk pelajar ini belum ideal. “Seharusnya jumlah armada sekitar 20 unit untuk menjangkau pelajar lebih maksimal. Namun karena keterbatasan anggaran saat ini 12 unit yang beroperasi,” ungkapnya.
Agus menyebut akan terus mengkaji program ini agar lebih optimal untuk semua pelajar di Bumi Penataran. Sebab, animo pemanfaatan fasilitas angkutan gratis pelajar tergolong tinggi.
Program angkutan gratis pelajar ini memang menjadi salah satu bentuk dukungan Pemkab Blitar dalam meningkatkan akses transportasi bagi para siswa. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan pelajar bisa lebih mudah dan aman dalam perjalanan menuju sekolah.
“Kami terus mengevaluasi dan mengkaji program ini agar bisa lebih optimal. Antusiasme pelajar dan orang tua terhadap layanan ini tinggi, sehingga nanti jumlah armada bisa ditambah,” pungkasnya.(jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah