BLITAR - Kondisi kabel telepon yang ada di Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, terlihat tidak beraturan. Itu sudah berlangsung beberapa bulan setelah terjadinya angin puting beliung yang melanda kecamatan setempat. Hingga kini, belum ada perhatian dari pihak terkait.
Kondisi kabel yang semrawut itu mendapat keluhan dari warga sekitar selain membahayakan, juga tidak enak untuk dipandang. Ada beberapa kabel sudah menjuntai sampai menyentuh tanah. Kondisi ini menuai berbagai komentar dari warga sekitar.
Pasca-terjadinya angin puting beliung beberapa waktu lalu, sejumlah kabel masih terlihat tak beraturan. Tak hanya kabel, bahkan ada pohon yang masih menimpa persawahan. “Iya sudah lama tidak ada penanganan dari petugas terkait,” ujar warga sekitar, Milawati.
Hal senada juga disampaikan warga setempat, Andi S. Sebab kondisi kabel tersebut kemungkinan memiliki tegangan listrik, menjadi kekhawatiran bagi warga sekitar. “Tidak enak dipandang. Apalagi di pinggir jalan, bahkan beberapa warga merapikan sendiri,” terang pria berkacamata itu.
Kondisi serupa dialami di sepanjang persawahan Togogan, Kecamatan Srengat, sampai persawahan Kerjen Srengat. Bahkan belum mendapat penanganan dua tahun ini. Kabel sepanjang jalan Togogan-Kerjen tersebut tampak tak terawat dan menjuntai hampir menyentuh tanah pinggiran persawahan, yang biasa menjadi akses keluar masuk petani.
Warga Togogan Srengat, Wardi mengatakan, sudah beberapa tahun terakhir ini kondisi kabel telepon tersebut terbengkalai. Dia mengeluhkan kondisi tersebut. Sampai sekarang tampak dibiarkan begitu saja. “Kalau tidak digunakan lagi ya dicabut saja, tapi kalau digunakan ya di perbaiki lagi,” ungkapnya.
Dengan kondisi itu, bisa saja mengganggu dan membahayakan para petani yang keluar ataupun masuk ke persawahan. “Apalagi yang panen mengangkat hasil panen ke tepi jalan, bisa nyangkut. Traktor mau bajak sawah juga sulit masuk, jadi harus mengangkat kabelnya,” tandasnya.
Menurut dia, sudah dari lama kabel telepon tersebut tak pernah mendapat perawatan atau perbaikan, hingga mengalami kedur. Namun, puncaknya musim penghujan tahun ini akibat dari badai angin yang terjadi beberapa hari lalu.
“Kemarin ada pohon roboh mengenai tiang pas waktu angin kencang, dua tiang ambruk,” cetusnya.
Tak hanya itu, pria 59 tahun itu mengatakan, ada beberapa tiang kabel telepon dari besi yang dicuri oleh seseorang ketika malam hari. “Itu malam hari, maka ada kabel yang kendurnya sampai tanah,” katanya.
Hingga kini masih belum ada kepastian penanganan. Di beberapa titik kabel yang mengalami kendur itu hanya disangga dengan bambu seadanya oleh para petani “Berharap segera tertangani dengan baik dan petani bisa lebih mudah akses ke sawah tersebut,” pungkasnya. (mg3/din)
Editor : M. Subchan Abdullah