Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tradisi Larung Sesaji di Kabupaten Blitar Ini Telah Menjadi Agenda Wisata Tahunan, Seperti Apa Prosesinya

Dinda Umuhidayah • Rabu, 5 Februari 2025 | 02:00 WIB
Larung Sesaji 1 Suro Pantai Serang Kabupaten Blitar
Larung Sesaji 1 Suro Pantai Serang Kabupaten Blitar

 

BLITAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar secara rutin menggelar acara Larung Sesaji di pantai selatan Kabupaten Blitar dengan lokasi yang berpindah setiap tahunnya. Dua tahun lalu, acara ini digelar di Pantai Tambakrejo, sedangkan tahun lalu dilaksanakan prosesi adat tersebut digelar di Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo, pada Selasa (09/07/2024).

Acara ini dihadiri oleh Bupati Blitar, beserta Ketua Dekranasda Kabupaten Blitar, pejabat Forkopimda, serta kepala OPD di lingkungan Kabupaten Blitar. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan pemerintah dalam pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi wisata daerah.

Prosesi Ritual Larung Sesaji

Tradisi Larung Sesaji diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh ketua adat sebagai ungkapan syukur atas hasil laut yang diperoleh selama satu tahun terakhir. Dalam prosesi ini, masyarakat menyiapkan berbagai ubo rampe, termasuk tumpeng lanang dan wadon, yang melambangkan harmonisasi alam. Kedua tumpeng tersebut kemudian dilarung ke tengah laut sebagai simbol persembahan kepada Sang Pencipta.

Sebagai bagian dari event pariwisata tahunan di Kabupaten Blitar, tradisi ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah. Penyelenggara berharap acara ini dapat semakin dikenal luas, baik oleh masyarakat setempat maupun wisatawan dari luar daerah.

Daya Tarik Wisata dan Dampak Ekonomi

Kegiatan Larung Sesaji tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Ratusan warga dan wisatawan yang hadir turut serta dalam prosesi ini, menciptakan suasana meriah di Pantai Serang.

Acara Larung Sesaji semakin istimewa dengan tambahan acara rebutan gunungan tumpeng hasil bumi dan jajanan pasar. Tujuh gunungan tersebut merupakan sumbangan dari berbagai OPD di lingkungan Pemkab Blitar serta pelaku UMKM, yang melambangkan tujuh abad usia Kabupaten Blitar. Gunungannya berjumlah tujuh sebagai simbol usia Kabupaten Blitar yang telah memasuki tujuh abad.

Tradisi Larung Sesaji di Kabupaten Blitar bukan hanya sekadar ritual adat, tetapi juga menjadi magnet wisata budaya yang menarik banyak pengunjung. Dengan perpindahan lokasi setiap tahunnya di berbagai pantai selatan Blitar, event ini semakin memperkaya pengalaman wisata budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Blitar terus mendukung dan mengembangkan acara ini agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Larung Sesaji #pantai selatan blitar #Pemkab Blitar #1 Suro #tradisi