Blitar – Dwi Kurniawan (40), seorang penjual besi kiloan yang terletak di Jl. Raya Sawahan, Sawahan, Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dwi Kurniawan sudah menekuni usahanya sejak tahun 2015, selama sembilan tahun Ia menyediakan berbagai jenis besi dan stainless untuk keperluan industri rumahan dan bengkel di Blitar.
“Ini saya suplai untuk teman-teman bengkel terus juga industri rumahan, kan biasanya membutuhkan bahan yang tidak terlalu banyak, daripada beli yang baru kan mesti ukurannya lebih besar, lebih panjang. Makanya saya menyiapkan yang kecil-kecil untuk usaha-usaha bengkel tersebut” ungkap Dwi Kurniawan (40), Rabu (5/2/2025).
Dwi juga menyediakan berbagai jenis besi dan stainless, seperti besi plat, besi siku, besi unp, besi cnp, besi baja per, besi sarangan. Untuk stainless, Ia menyediakan stanless pipa, dan stainless plat.
Dari semua jenis yang disediakan, Dwi mengaku bahwa besi plat dan besi pipa yang paling laku, yang dialihkan untuk indutri bengkel untuk keperluan mesin atau body kendaraan.
Sedangkan untuk yang paling bagus, menurut Dwi itu adalah stainless. “Yang bagus stainless, kalau stainless biasanya untuk industri makanan yang tidak berkarat” jelas Dwi Kurniawan (40).
Harga besi yang dijualnya berkisar mulai Rp 16.000 – Rp 20.000 per kilo, sedangkan untuk stainless Rp 40.000 – Rp 50.000 per kilo. “Saya kan jual belinya di Surabaya, insyaallah standar harganya segitu” ungkap Dwi Kurniawan (40).
Sebagai salah satu dari empat tempat jual besi kiloan di kota ini, Dwi mengklaim ada perbedaan dibanding tempat lain, yaitu lebih murah dan layanan pemotongan gratis. “Kalau disini kata orang lebih murah bisa motong juga tanpa biaya, kalau di tempat lain berbayar. Misalkan, kalau potong besi plat ada tambahan biaya, kalau disini tidak ada tambahan biaya” jelas Dwi Kurniawan (40).
Selama menjalani usahanya, Dwi mengaku bahwasannya jual besi kiloan seperti ada naik turunnya, namun yang dialaminya selama ini jarang mengalami penurunan, pasti mengalami kenaikan.
Dwi juga mengaku selama menjalani usahannya mengalami tantangan atau hambatan, terutama kesulitan bahan baku, tapi menurut Dwi itu tidak terlalu menjadi kendala. Menurutnya yang menjadi kendala itu adalah ketika stok kosong, sehingga orang bengkel tidak dapat menemukan besi yang dicari.
Untuk strategi pemasaran, Dwi menggunakan media sosial, utamana facebook. Tidak hanya menggunakan media sosiall, ia juga berkomunikasi langsung ke bengkel-bengkel. “Dulu kan jual di Templek pusat Pasar loak, kemudian pindah di Garum agak berkurang. Akhirnya mengenalkan lewat Facebook, sama memberikan informasi ke bengkel-bengkel kalau pindah disini” jelas Dwi Kurniawan (40).
Dari hasil usaha yang sudah dijalankan selama ini, Dwi mengaku bisa mendapatkan omset mulai Rp 1.000.000 hingga Rp. 2.000.000 dalam setiap harinya. (*)
Editor : M. Subchan Abdullah