Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dari Dulu Hingga Kini, Soto Bok Ireng Tetap Jadi Primadona Sarapan Kuliner di Blitar, Rugi JIka Tak Mencicipinya

Dinda Umuhidayah • Kamis, 6 Februari 2025 | 13:00 WIB
Spanduk khas dari warung Soto Bok Ireng di Kota Blitar.
Spanduk khas dari warung Soto Bok Ireng di Kota Blitar.

BLITAR - Blitar dikenal dengan berbagai kuliner khas yang menggugah selera, salah satunya adalah Soto Bok Ireng, hidangan legendaris yang telah eksis sejak tahun 1940-an. Berlokasi di Jl. Kelud, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Meskipun zaman terus berkembang, soto ini tetap mempertahankan cita rasanya yang autentik dan metode memasaknya yang tradisional, membuatnya tetap menjadi pilihan utama warga Blitar untuk sarapan.

Cita Rasa Khas yang Tak Berubah

Keunikan Soto Bok Ireng terletak pada kuahnya yang gurih dan kaya rasa. Menggunakan daging sapi dan jeroan yang dimasak hingga empuk, soto ini menawarkan pengalaman kuliner yang menggoyang lidah. Harga yang terjangkau, hanya Rp9.000 per mangkuk, membuatnya semakin digemari oleh berbagai kalangan.

Selain cita rasanya yang khas, Soto Bok Ireng juga mempertahankan penyajian tradisionalnya.Penyajiannya masih menggunakan peralatan klasik seperti gentong besar untuk menyimpan kuah soto, anglo, dan bakul nasi dari anyaman bambu (tompo). Bahkan pikulan yang digunakan untuk mengangkut bahan-bahan masih merupakan warisan dari ibunya. Meskipun beberapa bagian sudah diganti karena usia, elemen utama tetap dipertahankan demi menjaga keaslian dan tradisi.

Asal-Usul Nama "Soto Bok Ireng"

Banyak orang mengira bahwa pemilik warung ini bernama "Mbok Ireng". Namun, sebenarnya nama Bok Ireng berasal dari sebuah jembatan berwarna hitam yang berada di dekat warung. Dalam bahasa Jawa, "Bok" berarti jembatan dan "Ireng" berarti hitam. Jembatan ini telah menjadi bagian dari identitas warung soto ini selama puluhan tahun.

Penyajian yang Unik dan Mengenyangkan

Ketika soto disajikan, pelanggan mungkin akan terkejut dengan ukuran mangkuknya yang kecil, bahkan tidak lebih besar dari telapak tangan. Namun, porsinya sangat mengenyangkan karena:

Kuah soto yang tetap hangat menjadi salah satu keistimewaan di warung ini. Kayatin menggunakan kayu bakar dan bara api untuk menjaga kuah tetap panas dalam gentong besar. Gentong tersebut ditempatkan dalam posisi miring agar lebih mudah menciduk kuah ke mangkuk pelanggan.

Cita rasanya yang autentik, harga yang terjangkau, serta penyajian tradisional menjadikannya pilihan utama bagi warga Blitar dan wisatawan yang ingin menikmati sarapan khas Blitar. Jika Anda berkunjung ke Blitar, jangan lupa mampir dan rasakan sendiri kelezatan Soto Bok Ireng yang legendaris ini!

Spanduk khas dari warung Soto Bok Ireng di Kota Blitar.
Spanduk khas dari warung Soto Bok Ireng di Kota Blitar.
Editor : M. Subchan Abdullah
#Kaya Rempah #warung soto #soto bok ireng kota blitar #kuliner khas