BLITAR - Infrastruktur yang ada di Kabupaten Blitar belum sepenuhnya tersentuh total. Termasuk di Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto hingga kini mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan di desa setempat terlihat sangat memprihatinkan. Jalan menghubungkan Desa Ngadipuro dan Desa Ngeni, itu belum tersentuh dinas terkait hingga kemarin.
Jalan tersebut merupakan akses utama warga. Dari data yang ada, terdapat tujuh ruas jalan kabupaten di Desa Ngeni mengalami kerusakan. Namun kondisi jalan di depan SD 2 Ngeni dinilai terparah.
Jalan tersebut tidak layak untuk dilewati karena bisa membahayakan bagi pengendara. Terlihat kondisi jalanan rusak parah ditambah dengan adanya besi-besi cor sudah tampak keluar dari dalam jalan tersebut.
Lokasi jalan tersebut berada di depan SD Ngeni 2, sehingga banyak anak-anak beraktivitas. Saat musim hujan tiba, jalan menjadi sulit untuk dilewati.
Kepala Dusun Desa Ngeni, Antok Suprayitno mengatakan, sejak tiga tahun terakhir jalan tersebut mengalami kerusakan parah. Namun sampai saat ini, belum pernah ada perbaikan bahkan dari pertama kali dibangun sekitar 10 tahun lalu, jalan ini tak tersentuh sama sekali
“Iya kondisi ini sudah sangat lama dan menyulitkan aktivitas warga, karena jalan ini merupakan akses utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya saat ditemui kemarin (4/2).
Dengan kerusakan jalan tersebut tentu sangat membahayakan masyarakat untuk beraktivitas. Yakni dari siswa akan berangkat ke sekolah, maupun kendaraan lain termasuk truk pengangkut.
Dari pihak pemerintahan desa (pemdes) sudah pernah melaporkan kondis jalan ke dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), namun masih harus menunggu lagi.
Dia menyatakan, jalan itu sering kali membuat motor warga rusak hingga mengakibatkan ban motor pecah akibat terkena besi muncul di jalan itu. “Iya banyak motor rusak di bagian bawahnya. Punya saya juga pernah rusak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngeni, Iwan Haris Efendi mengatakan, pemdes sudah berusaha semaksimal mungkin mendapatkan perhatian dari pemkab untuk bisa segera memperbaiki jalan. “Sudah pernah ke kecamatan, membuat proposal dengan harapan bisa sampai ke pemkab,” ungkapnya.
Dia berharap, dengan pemerintahan bupati yang baru ini, bisa lebih memperhatikan infrastruktur terutama di pinggir Kabupaten Blitar termasuk Desa Ngeni. “Kalau jalanan baik, otomatis bisa menjadi akses ke jalan JLS, tapi kalau jalan rusak, tentu tidak ada yang lewat,” katanya.
Untuk sementara waktu, warga hanya bisa menutup jalan rusak menggunakan tanah agar bisa dilewati. Namun hal itu belum bisa membantu penuh. Ditambah saat musim hujan tiba. Jalan menjadi licin dan dapat membahayakan pengguna jalan. (mg3/din)
Editor : M. Subchan Abdullah