WONODADI, Radar Penataran - Kondisi Pasar Gambar yang ada di Desa/Kecamatan Wonodadi dikeluhkan oleh beberapa pedagang. Adanya kerusakan di beberapa sudut, terutama bagian atap, membuat salah satu pusat perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar bagian barat ini tampak tak terawat dan minim pemeliharaan. Kondisi itu juga berdampak pada sepinya pembeli di Pasar Gambar.
Dari pantauan Blitar Kawentar pada Rabu (5/2/2025), kondisi atap pasar bagian dalam yang terbuat dari seng sudah tampak berkarat dan banyak yang sudah berlubang. Jika terkena angin, seng tersebut bisa jatuh. Tentunya kondisi itu dapat membahayakan para pedagang dan pembeli yang datang. Kerusakan bagian atap tersebar di berbagai penjuru pasar dan kondisi itu diperparah ketika musim hujan.
Menurut salah satu pedagang di Pasar Gambar, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, dan saat ini belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait. Kerusakan tersebut membuat pasar tampak seperti tidak terawat.
Dia mengeluhkan, pada saat musim penghujan tiba, lokasi pasar penuh dengan genangan air. “Di sini ada gorong-gorong, jadi ketika hujan airnya meluap yang mengakibatkan genangan,” ujar Komarudin, saat sedang melayani pelanggan.
Pedagang bawang tersebut mengatakan bahwa kondisi pasar sering tergenang air saat hujan karena bagian atap pasar banyak yang sudah berlubang. Ditambah, gorong-gorong yang ada di dalam pasar juga sering tersumbat. Akibatnya, air meluap dan menggenangi lantai pasar. “Di bawah ini ada aliran sungai kecil, makanya dibuat gorong-gorong. Tapi kalau itu tidak berfungsi, air selalu naik,” ungkapnya.
Komarudin menambahkan, keluhan lain yang ia rasakan sebagai pedagang di Pasar Gambar ialah menurunnya daya beli masyarakat yang mengakibatkan pasar menjadi sepi pembeli. Hal ini sudah berlangsung beberapa bulan lalu dan tentunya membuat pendapatan para pedagang menurun.
Keluhan yang sama juga diutarakan Ana Lailia, seorang pedagang cabai di Pasar Gambar. Dia mengatakan, kenyamanan fasilitas pasar menjadi penunjang daya beli masyarakat. Jika kondisi pasar memprihatinkan, maka pasar akan sepi. “Terutama bagian atap pasar. Keluhan saya ketika siang hari, hawa pasar panas, jika hujan kebanjiran. Atap ini tadi baru saja kena angin dan lepas, terus takutnya kena orang,” kata perempuan berkacamata ini.
Para pedagang berharap dinas terkait segera mengatasi permasalahan ini dan bisa memberikan kenyamanan, baik penjual maupun pembeli. Mengingat, pasar menjadi salah satu sumber keuangan mereka sehingga infrastruktur pasar yang baik sudah selayaknya mereka dapatkan. (mg3/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah